nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Pemeliharaan, Internet Akan Alami Gangguan dalam 2 Hari ke Depan

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 13:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 12 57 1963070 siap-siap-internet-akan-mati-dalam-48-jam-kedepan-OZ2AURSdZf.jpg Ilustrasi penggunaan internet (Foto: Ist)

JAKARTA – Pengguna Internet harus bersiap siap mengalami gangguan pada sambungan untuk 2 hari kedepan karena ada beberapa pemeliharaan.Server domain utama dan infrastruktur akan dimatikan sementara oleh perusahaan internet selama 2 hari kedepan.

Alasannya adalah bahwa mereka perlu mengubah kunci kriptografi yang melindungi Domain Name System (DNS), ini yang menerjemahkan nama domain, seperti ke alamat IP sehingga komputer dapat membacanya. Dilansir dari laman Metro, Jumat (12/10/2018).

 

DNS adalah sebagai alamat di internet dan ini adalah tugas ICANN untuk memastikannya tetap seaman mungkin. Sementara, system hirarkis yang dijelajahi oleh informasi digital ini dikenal sebagai zona akar yang dilayani oleh beberapa ratus server di lebih 130 lokasi seluruh dunia.

Jadi secara teoritis, tidak mungkin orang akan melihat internet mereka error karena selalu ada server lain yang bersedia mengambil alih jika ada gangguan ataupun dimatikan sementara. Hari ini juga tergantung pada Penyedia Layanan Internet (ISP) masing masing negara untuk memastikan mereka siap dengan sedikit masalah pada internet.

"Ini adalah langkah penting dan kami memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa hal itu terjadi sebagai kelanjutan dari misi ICANN, yang memastikan DNS yang aman, stabil, dan tangguh" kata Ketua Dewan ICANN Cherine Chalaby.

 

"Tidak ada cara untuk memastikan sepenuhnya bahwa setiap operator jaringan akan memiliki 'resolvers' yang dikonfigurasi dengan benar, namun jika hal-hal berjalan sesuai harapan, kami berharap sebagian besar memiliki akses ke zona root," tambahnya.

David Conrad, Chief Technology Officer ICANN mengatakan bahwa setidaknya bebrapa operator di suatu tempat di dunia yang tidak akan siap, semua yang dilakukan pada operator itu adalah memperbaiki masalahnya dengan matikan DNSSECvalidation, install kunci bari dan aktifkan DNSSEC dan pengguna akan kembali mempunyai konektivitas penuh.

Meskipun ini yang pertama kalinya terjadi, ICANN mengatakan ini tidak akan menjadi yang terakhir. “ini adalah pertama kalinya, jadi tentu saja kami memastikan semua berjalan semulus mungkin, tetapi saat kamu melakukan lebih banyak rollover kunci dimasa depa, operator jaringan, ISP dan yang lainnya akan menjadi lebih terbiasa dengan ini” ucap Matt Larson, wakil presiden penelitian di ICANN dan tokoh pemimpin organisasi yang mengawasi rollover kunci kriptografi.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini