Benarkah Situs Pemakaman Ini Buktikan Keberadaan Vampir?

Nadia Tisca Ekasari, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 14 56 1963922 benarkah-situs-pemakaman-ini-buktikan-keberadaan-vampir-raNUW4g9el.jpg (Foto: David Pickel/Stanford University)

JAKARTA - Sebuah pemakaman kuno yang disebut “Penguburan Vampir” ditemukan di situs Romawi di Italia. Ini adalah bukti praktik untuk menghentikan mayat yang hidup dari kematian, menurut arkeolog.

Dilansir dari laman Independent, Minggu (14/10/2018), tubuh seorang anak berusia 10 tahun dikubur secara ritual dengan batu berada di mulutnya. Itu dikarenakan warga setempat takut ia akan bangkit menyebarkan penyakit ke desanya.

Ritual pemakaman ini dikenal sebagai “Vampire Of Lugnano”. Bukti yang dikumpulkan dari tulang menunjukkan bahwa anak itu terinfeksi malaria pada saat kematiannya.

“Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Ini sangat menakutkan dan aneh,” ucap Profesor David Soren, arkeolog di University of Arizona yang telah melakukan penggalian di wilayah tersebut selama lebih dari 3 dekade.

 

Sisa-sisa penemuan baru yang tidak biasa muncul dari pemakaman anak-anak. Sebuah situs yang berisi puluhan tubuh anak-anak dan bukti sihir termasuk tulang kodok, cakar burung gagak dan kuali perunggu.

Berawal pada suatu masa di abad ke-5 ketika wabah malaria mematikan menyapu Italia tengah, para arkeolog mengira pemakaman itu telah dikhususkan untuk bayi dan anak-anak yang paling rentan terhadap penyakit itu.

Kerangka "vampir", yang tidak dikenal jenis kelaminnya, adalah anak tertua yang diidentifikasi sejauh ini di lokasi. Ini adalah salah satu dari lima pemakaman baru yang ditemukan di sana selama musim panas, dan ditemukan di tempatkan di bawah makam darurat yang terbuat dari genteng.

Baca juga: Teleskop Chandra Milik NASA Dimatikan Pasca Hubble

"Mengetahui bahwa dua genteng besar digunakan untuk penguburan ini, saya mengharapkan sesuatu yang unik dapat ditemukan di dalam, mungkin 'penggembalaan ganda' - tidak biasa untuk pemakaman ini - di mana penguburan tunggal mengandung dua individu," kata David Pickel, seorang mahasiswa PhD, Stanford yang mengarahkan penggalian.

Setelah makam ini digali terdapat fosil dengan rahang terbuka dan tanda gigi anak di permukaan batu adalah bukti bahwa itu memang ditempatkan di mulut mayat itu. Kuburan serupa telah ditemukan di Venesia, kuburan ini lebih menyeramkan dengan mayat yang dipotong-potong bagian tubuhnya ini mencegah “vampire” hidup kembali.

 

"Ini adalah perawatan kamar mayat yang sangat tidak biasa yang Anda lihat dalam berbagai bentuk dalam budaya yang berbeda, terutama di dunia Romawi, yang bisa menunjukkan ada ketakutan bahwa orang ini mungkin akan kembali dari kematian dan mencoba menyebarkan penyakit ke makhluk hidup," dijelaskan ahli hayati Jordan Wilson, mahasiswa PhD lain yang meneliti tubuh.

Gigi yang abses, yang bisa menjadi efek samping malaria, memberikan bukti bahwa anak itu telah tewas dalam epidemi yang melanda begitu banyak penduduk kuburan. Di tempat lain di tempat itu, seorang gadis tiga tahun telah dikubur dengan batu yang membebani lengan dan kakinya sebuah metode untuk mencegah mayat bangkit lagi.

Baca juga: Snapchat Luncurkan Filter Baru untuk Pecinta Kucing

Para peneliti mengatakan praktik-praktik ini memberikan wawasan yang menarik ke dalam proses pemikiran orang Romawi kuno dan ketakutan mereka tentang kehidupan setelah kematian. Dengan banyak pemakaman yang masih belum dijelajahi, para arkeolog bermaksud untuk kembali ke situs musim panas mendatang untuk menyelesaikan penggalian mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini