Lewat Sebuah Buku, Bos Nokia Ajari Karyawan Agar Tak Ulangi Kehancuran Bisnis Ponselnya

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 06:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 15 207 1964402 lewat-sebuah-buku-bos-nokia-ajari-karyawan-agar-tak-ulangi-kehancuran-bisnis-ponselnya-fKCaRnGYVw.jpg Chairman Nokia (Foto: Reseller)

JAKARTA - Pada puncaknya, Nokia pernah menjadi produsen ponsel terbesar di Eropa bahkan di dunia. Namun sayangnya, Nokia mendapatkan ancaman dari smartphone layar sentuh, setelah Apple meluncurkan iPhone pada 2007. Sejak saat itu, nama Nokia pun mulai tergerus.

Penurunan Nokia sebagian disebabkan oleh kurangnya kepemimpinan kewirausahaan dan kegagalan dalam menghadapi berita buruk mantan Ketua dan CEO Nokia, Jorma Ollila. Hal tersebut disampaikan Chairman Nokia, Risto Siilasmaa dalam bukunya berjudul 'Transforming Nokia: The power of paranoid optimism to lead through colossal change.'

Dilansir dari laman Reseller, Selasa (16/10/2018) Siilasmaa mengatakan Ollila, salah satu pemimpin bisnis paling terkenal di Finlandia merupakan orang yang mudah emosi dan menyebarkan ketakutan dalam perusahaan.

Nokia

Baca Juga: Huawei Siapkan Pesaing Galaxy Watch yang Diklaim Mampu Bertahan hingga 2 Minggu

Selain itu, Ollila juga kerap menahan diskusi terbuka dan menutup-nutupi kabar buruk. Kemudian, Siilasmaa juga menyatakan jika dirinya memberi usulan untuk menggaet platform Google Android untuk smartphone Nokia pada 2009.

Namun sayangnya, usulan tersebut tak pernah ditanggapi. Tak hanya itu, ia bahkan mengatakan Ollila juga berusaha mencegah pemilihannya sebagai ketua pada 2012, dan berteriak kepadanya melalui telepon ketika dia memberi tahu Ollila tentang rencana untuk menjual bisnis handset ke Microsoft.

"Percakapan kami mengikuti pola yang biasa, saya berusaha bersikap sopan, tapi dia meledak dan berteriak bahwa saya telah menghancurkan warisannya," tulis Siilasmaa.

Melalui harian Helsingin Sanomat di Finlandia, Ollila mengatakan bahwa Siilasmaa telah melebih-lebihkan tuduhannya dan kesulitan memahami bahwa menjalankan perusahaan global yang besar berbeda dari mengelola perusahaan kecil.

Sebaliknya, Siilasmaa mengungkapkan bahwa dia tidak membuka konflik dengan pendahulunya. Terlebih, pria 52 tahun tersebut ingin menggambarkan beberapa peristiwa untuk memungkinkan orang lain belajar dari krisis dan kebangkitan yang dialami Nokia.

“Saya harap karyawan kami akan membaca buku itu, sehingga kami tidak akan membuat kesalahan yang sama lagi. Pelajaran dari buku ini adalah sesuatu yang positif,” katanya.

Nokia

Baca Juga: Apple Usung iPad Pro Terbaru dengan Desain Lebih Tipis?

Dia menambahkan, ”Ini bukan buku tentang Jorma Ollila. Hanya ada beberapa orang dalam bisnis yang bertindak dengan cara yang benar-benar tidak dapat diterima. Mereka butuh bantuan, dan ini hanya dapat diberikan dengan membicarakan hal-hal ini.”

Akhirnya, di bawah komando Siilasmaa, Nokia menjual bisnis handset ke Microsoft pada tahun 2014. Nokia kemudian membeli kendali perusahaan patungan dengan Siemens Jerman dan menindaklanjuti dengan mengakuisisi Franco American Alcatel Lucent, menjadikan dirinya salah satu pembuat jaringan seluler terbesar di dunia.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini