nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Batu Luar Angkasa 'Oumuamua' Dikirim oleh Alien, Benarkah?

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 08:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 07 56 1974734 batu-luar-angkasa-oumuamua-dikirim-oleh-alien-benarkah-KofSnQVnf3.jpg (Foto: NASA)

JAKARTA - Beberapa peneliti Harvard University mengungkap dugaan bahwa batu luar angkasa Oumuamua mungkin telah dikirim oleh alien untuk menginvestigasi Bumi. Para ahli astronomi lainnya justru menyuarakan ketidaksetujuan mereka.

"Seperti kebanyakan ilmuwan, saya ingin di sana menjadi bukti yang meyakinkan tentang kehidupan asing, tetapi ini bukan," kata Alan Fitzsimmons, astrofisikawan di Queens University, Belfast, seperti dilansir Metro.co.uk, Rabu (7/11/2018).

Ia mengatakan bahwa objek ini melalui observasi menunjukkan bahwa benda tersebut konsisten dengan tubuh seperti komet yang dikeluarkan dari sistem bintang lain.

Batuan berbentuk cerutu saat ini melaju melalui galaksi dan merupakan objek antar bintang pertama yang diketahui memasuki tata surya.

 

Sebelumnya, Shmuel Bialy dan Abraham Loeb dari Harvard Smithsonian Centre for Astrophysics menyarankan asteroid yang memanjang itu mungkin 'artificial origin' atau buatan alien.

"Oumuamua mungkin merupakan penyelidikan operasional penuh yang dikirim secara sengaja ke sekitar Bumi oleh peradaban asing," tulis mereka.

Katie Mack, seorang astrofisik terkenal di North Carolina State University di AS angkat bicara terkait dugaan Oumuamua berasal dari peradaban asing atau alien.

Baca juga: 5 Ponsel Terbaik untuk Nge-Vlog, Apa Saja?

"Hal yang harus Anda pahami adalah para ilmuwan sangat senang mempublikasikan ide aneh jika ia bahkan memiliki sedikit kesempatan untuk tidak salah," tulisnya di Twitter.

Oumuamua, yang dianggap sebagai 'kelas baru' dari objek luar angkasa, melesat melewati Bumi dan mengitari matahari dengan kecepatan 196.000 mph.

Baca juga: Ketahui 2 Cara Cek Ponsel Resmi atau Black Market

Objek berbentuk aneh itu panjangnya sekitar setengah mil dan sangat tidak biasa, sehingga NASA mengatakan, tidak pernah melihat objek alami dengan proporsi ekstrem seperti itu di tata surya sebelumnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini