nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Samsung Developer Conference 2018 Perkenalkan Teknologi AI, IoT, Ponsel Lipat hingga Mobile UX

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 08 November 2018 17:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 11 08 207 1975128 samsung-developer-conference-2018-perkenalkan-teknologi-ai-iot-ponsel-lipat-hingga-mobile-ux-dlppzqy6zn.jpg DJ Koh dalam Pembukaan acara Samsung Developer Conference di San Fransisko (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Samsung telah memperkenalkan serangkaian perangkat pengembangan unutk Bixby dan platform SmartThings. Tak hanya itu, raksasa teknologi asal Korea tersebut juga mengembangkan One UI dan Infinity Flex Display yang mendukung pengalaman mobil yang lebih kuat.

“Kami telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam AI dan IoT, yang berperan penting dalam membuat visi hidup terkoneksi menjadi kenyataan,” kata President dan CEO, IT & Mobile Communications Division, Samsung Electronics, DJ Koh dalam keterangan resmi, Kamis (8/11/2018).

Dia menambahkan, “Kemajuan yang diterapkan pada Bixby dan SmartThings membuka lembaran baru dimana produk dan servis dari pihak ketiga dapat diintegrasikan ke AI dan platform IoT.”

Lebih lanjut, Samsung juga telah memperkenalkan ponsel lipat pertama perusahaan. DJ Koh mengatakan jika layar lipat akan menjadi fondasi untuk pengalaman mobile jenis baru.

"Kami antusias untuk bekerja dengan para developer pada platform baru ini untuk menciptakan pengalaman baru bagi para konsumen kami. Kami tidak sabar menunggu untuk melihat ke mana teknologi dan kolaborasi ini akan membawa kita," imbuh dia.

Samsung

Baca Juga: Kisah CEO Netflix Reed Hastings Bangun Netflix hingga Kini Mendunia

Bixby berawal sebagai antarmuka yang cerdas, sebuah cara yang praktis untuk menggunakan suara kita untuk berinteraksi dengan telepon. Sekarang, Samsung mengembangkannya menjadi intelligence platform dengan skalabilitas untuk mendukung produk dan servis yang beragam.

Pada SDC 2018, Samsung menghadirkan cara-cara baru untuk developer dalam menyajikan pengalaman asisten cerdas yang lebih mampu bercakap-cakap, personal, dan bermanfaat untuk lebih banyak konsumen.

Untuk memudahkan developer mengembangkan servis yang diperkuat Bixby, Samsung memperkenalkan Bixby Developer Studio. Sekumpulan alat-alat ini menyajikan cara yang intuitif bagi developer dan partner untuk membuat servis dan perangkat lebih cerdas.

Bagian dari perluasan servis Bixby, Samsung akan menambahkan lima bahasa baru dalam waktu dekat, termasuk British English, Perancis, Jerman, Itali, dan Spanyol.

Tersedia di lebih 200 market di seluruh dunia, SmartThings menghadirkan pengalaman terkoneksi dalam satu aplikasi tunggal, membawa IoT lebih dari sekedar rumah pintar, pada mobil, kantor, dan berbagai lokasi di antaranya.

Samsung juga mendesain perangkat dan servis mereka ke platform SmartThings dengan seperangkat alat dalam SmartThings Developer Workspace yang didesain ulang. Alat-alat yang diperbarui ini termasuk SmartThings Cloud Connector, SmartThings Device Kit dan SmartThings Hub Connector.

Developer dapat membuat dan meluncurkan di platform tersebut, juga mengintegrasikan perangkat Zigbee dan Z-Wave dengan mudah. Sebagai tambahan, program sertifikasi Works with SmartThings (WWST) kabarnya membantu memastikan perangkat dan servis telah dioptimalkan sepenuhnya untuk platform, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman terbaik.

Lebih lanjut, Samsung juga memperkenalkan desain antarmuka One UI yang baru dan intuitif. Desain bersih dan minimalis yang menempatkan konten yang paling relevan pada bagian bawah layar – membuatnya lebih alami dan nyaman untuk penggunaan dengan satu tangan.

Samsung

Baca Juga: Rilis di 2019, Ini Spesifikasi Ponsel Lipat Besutan Samsung

Pengalaman konsumen direka ulang untuk mengurangi kekusutan dan gangguan, memungkinkan pengguna untuk lebih fokus dan menavigasi telepon dengan lebih cepat. Terakhir ada Infinity Flex Display yang juga mendukung One UI yang diklaim memungkinkan penggunanya melakukan hal yang sebelumnya tidak dapat dilakukan dengan smartphone biasa.

Pengguna menguasai kelebihan dari kedua pilihan tersebut: smartphone yang kompak yang dapat dibuka untuk memunculkan layar lebih besar dan imersif untuk multitasking dan menampilkan konten. Pengalaman menggunakan aplikasi akan bertransisi dengan mulus dari layar kecil ke layar yang lebih besar saat lipatan perangkat dibuka.

Ditambah lagi, pengguna dapat berselancar, menonton, terkoneksi dan melakukan multitasking tanpa jeda, secara bersamaan menggunakan tiga aplikasi aktif pada layar yang lebih besar.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini