nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sundar Pichai Larang Budaya Minum-Minum untuk Karyawannya, Kenapa?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 10:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 09 207 1975396 sundar-pichai-larang-budaya-minum-minum-untuk-karyawannya-kenapa-r5xVxPfEye.jpg CEO Google, Sundar Pichai (Foto: Business Insider)

JAKARTA - CEO Google, Sundar Pichai membuat kebijakan baru, sebagai bagian dari menangani kasus pelecehan seksual di perusahaannya. Kebijakan baru tersebut adalah pembatasan terhadap kebiasaan minum alkohol.

Dilansir dari laman Business Insider, Jumat (9/11/2018) Google mengungkapkan akan meminta pertanggungjawaban para manager untuk mengurangi minum berlebihan, tidak hanya di kantor akan tetapi juga saat pesta atau acara mana pun saat karyawan berkumpul.

Pichai mengatakan bahwa alkohol sering dilaporkan sebagai pemicu dalam insiden pelecehan seksual. Jika kebijakan tersebut tak dilakukan, ia mengungkapkan dapat menerapkan "tindakan yang lebih berat."

Google

Baca Juga: Xiaomi Mi 9 Jadi Ponsel Pertama yang Pakai Snapdragon 8150?

Langkah ini, tampaknya sebagai tanggapan atas pemogokan karyawan baru-baru ini yang memprotes bagaimana Google menangani kasus pelecehan seksual. Kebijakan baru lainnya yang diterapkan adalah mengakhiri arbitrase paksa bagi karyawan yang ingin menuntut atas klaim pelecehan.

Silicon Valley memang dikenal memiliki budaya minum. Belum lagi pada tahun-tahun awal, Google juga diisi dengan orang-orang berusia 20-an.

Berikut bunyi kebijakan baru Google tersebut:

 "Kebijakan kami jelas: Konsumsi alkohol yang berlebihan tidak diizinkan ketika Anda sedang bekerja, melakukan bisnis Google, atau menghadiri acara terkait Google, baik di tempat atau di luar kantor. Ke depan, semua pemimpin di perusahaan Direksi, VP, dan SVP akan diharapkan untuk membuat tim, acara, offplace dan lingkungan di mana konsumsi alkohol yang berlebihan sangat tidak disarankan. Misalnya, banyak tim yang sudah menetapkan batas dua minuman untuk acara. Lainnya menggunakan sistem tiket minuman. Tanggung jawab akan berada pada para pemimpin untuk mengambil langkah yang tepat untuk membatasi konsumsi berlebihan di antara tim mereka, dan kami akan memberlakukan tindakan yang lebih berat jika masalah tetap ada."

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini