Pesawat Antariksa Milik NASA Hampir Sentuh Matahari

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 09 November 2018 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 09 56 1975446 pesawat-antariksa-milik-nasa-hampir-sentuh-matahari-IeExffU7yW.jpg Pesawat Antariksa NASA Hampir Sentuh Matahari (Foto: BGR)

JAKARTA - National Aeronautics and Space Administration (NASA) telah disibukkan oleh pengendalian Parker Solar Probe yang hampir menyentuh matahari belum lama ini. Minggu lalu, jarak pesawat antariksa milik NASA tersebut sangat dekat dengan matahari dan kecepatan perjalannya meningkat.

Hingga akhirnya, NASA melakukan penyelidikan penyebabnya minggu ini. Dilansir dari laman BGR, Jumat (9/11/2018) akhirnya setelah menyelesaikan operasi dan mengumpulkan data, NASA melaporkan bahwa Probe telah memberikan sinyal baik-baik saja.

Menariknya, ini merupakan tes besar pertama untuk Parker dan rangkaian fitur keselamatan pengelolaannya sendiri, dan sepertinya semuanya berfungsi sebagaimana mestinya.

"Parker Solar Probe dirancang untuk menjaga dirinya dan muatannya yang berharga selama pendekatan yang dekat ini, tanpa kendali dari kami di Bumi dan sekarang kami tahu itu berhasil," kata pihak dari NASA, Thomas Zurbuchen.

Dia menambahkan, “Parker adalah puncak dari enam dekade kemajuan ilmiah. Sekarang, kami telah menyadari kunjungan pertama dekat manusia ke bintang kami, yang akan berimplikasi tidak hanya di Bumi, tetapi untuk pemahaman yang lebih dalam tentang alam semesta kita".

Matahari

Baca Juga: Instagram Kembangkan Fitur Stories untuk Pelajar, Apa Bedanya?


NASA tahu seperti apa lingkungan intens yang harus ditangani oleh Parker saat melaju mengelilingi Matahari, dan telah merancangnya untuk dapat menahan suhu yang luar biasa. Pesawat ruang angkasa dilengkapi dengan perisai panas tebal yang melindungi bagian belakang instrumen yang dimuat.

Akan tetapi, perangkat hanya dapat melakukan tugasnya jika diarahkan ke arah yang benar. Untuk memastikan perisai tetap pada sudut yang benar, serangkaian sensor yang ditempatkan di sekitar tepi probe secara otomatis menjaganya dalam orientasi yang benar.

Untuk operasi pertamanya, NASA mengatakan bahwa pesawat itu mengalami suhu sekitar 820 derajat Fahrenheit. Ini cukup menakjubkan, tetapi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan suhu 2.500 derajat yang akan dihadapi ketika Parker akan lebih dekat dengan Bumi selama setengah dekade berikutnya atau lebih.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini