Selain First Media dan Internux, Jasnita Juga Nunggak BHP Rp2,1 Miliar

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 14 207 1977612 selain-first-media-dan-internux-jasnita-juga-nunggak-bhp-rp2-1-miliar-x7vHlNhhDy.jpg Ilustrasi Frekuensi (Foto: ThoughtCo)

JAKARTA - Tidak hanya PT. First Media, Tbk dan PT. Internux yang menunggak biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi 2,3 GHz sejak 2016, tetapi juga PT. Jasnita Telekomindo memiliki utang BHP sekira Rp2,1 milar.

Sementara itu kedua operator lain PT. First Media, Tbk dan PT. Internux memiliki tunggakan utang sekira Rp364,8 miliar dan Rp343,5 miliar masing-masing. Kemudian, beberapa penyelenggara telekomunikasi BWA lainnya yang sudah membayar adalah PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT. Indosat Mega Media, dan PT. Berca Hardayaperkasa

Menanggapi hal tersebut, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengungkapkan jika PT. Jasnita Telekomindo akan dijatuhi aturan sanksi yang sama.

Menteri Rudiantara

Baca Juga: Sidang Pertama Gugatan First Media pada Kominfo

"Kami tidak membeda-bedakan siapa pun, dulu pendiri Jasnita adalah salah satu pejabat di kominfo tanya saja," kata Rudiantara saat ditemui di kawasan Kuningan, Rabu (14/11/2018).

Sebagai informasi, berdasarkan Pasal 83 ayat (1) Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2018 tentang Ketentuan Operasional Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio dinyatakan bahwa setiap pemegang IPFR yang tidak melakukan pembayaran secara penuh BHP Frekuensi Radio paling lambat pada tanggal jatuh tempo pembayaran dikenakan sanksi administrasi berupa denda, penghentian sementara penggunaan Pita Frekuensi Radio, dan/atau pencabutan izin.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini