NASA dan Autodesk Desain Pesawat Baru untuk Pendaratan di Jupiter dan Saturnus

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 14 November 2018 14:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 14 56 1977631 nasa-dan-autodesk-desain-pesawat-baru-untuk-pendaratan-di-jupiter-dan-saturnus-ouByqYTHoE.jpg Planet Jupiter (Foto: Universe Today)

JAKARTA - NASA dan Autodesk sedang menguji cara-cara baru untuk mendesain pesawat antarplanet. Lengkapnya perusahaan perangkat lunak di belakang AutoCAD tersebut telah bekerja sama dengan Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA untuk melihat cara-cara berita untuk menciptakan pesawat antarplanet yang berpotensi mendarat di Saturnus atau Jupiter.

Ketika Mark Davis, direktur senior penelitian industri di Autodesk, pertama kali mendekati JPL tentang kolaborasi, NASA tidak terlalu tertarik. Tetapi ketika Autodesk menunjukkan bahwa ada kemungkinan peningkatan kinerja hingga 30 persen atau lebih dengan desain dan material baru, NASA mulai tertarik.

Dilansir dari laman Engadget, Rabu (14/11/2018) karena tingginya biaya dan risiko perjalanan ruang angkasa, para insinyur NASA cenderung mengikuti hal-hal yang mampu meringankan biaya. Itu berarti menggunakan bahan yang sudah dicoba dan diuji seperti titanium dan aluminium.

 NASA

Baca Juga: Apple Mulai Kehilangan Mahkota Triliun Dolar AS

Akan tetapi desain dan material tradisional sering berat dan di bidang di mana setiap gramnya adalah hal yang penting, melepaskan sedikit berat berarti menambahkan lebih banyak sensor dan instrumen. Untuk mendorong desain pendarat ke arah yang baru, Autodesk beralih ke teknologi pembelajaran mesinnya untuk beriterasi lebih cepat daripada yang mungkin dapat dilakukan.

Autodesk menyebut proses baru ini "desain generatif," atau desain yang menggunakan kecerdasan mesin dan komputasi awan yang menciptakan serangkaian solusi yang luas berdasarkan batasan yang ditetapkan oleh para insinyur.

Autodesk telah menggunakan sistem ini, tersedia di perangkat lunak Fusion 360, di balap Formula1. Desain generatif, menurut Autodesk, memungkinkan para insinyur untuk mengubah solusi desain hanya dalam waktu dua hingga empat minggu, jauh lebih cepat daripada standar dua hingga empat bulan.

Autodesk berharap teknologi desainnya akan membantu JPL menempatkan pendaratan di Jupiter atau Saturnus.

Ini bukan pertama kalinya manusia menjelajahi Jupiter atau Saturnus. Pada bulan Oktober 1997, NASA, bersama dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Badan Antariksa Italia (ASI), meluncurkan penyelidikan Cassini-Huygens untuk mempelajari Saturnus.

Diperlukan waktu enam tahun dan 261 hari untuk mencapai planet tersebut. Pada 15 September 2017, NASA terakhir berhubungan dengan Cassini. Dan saat ini, probe Juno mengorbit Jupiter, dan telah memberi kita wawasan tentang apa yang terjadi di dalam raksasa berisi gas itu.

Saturnus

Baca Juga: Mumi Kucing Ditemukan di Makam Berusia 2.500 Tahun

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini