NASA Berencana Mendaratkan Pesawat Antariksa di Mars

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 15 November 2018 12:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 15 56 1978110 nasa-berencana-mendaratkan-pesawat-antariksa-di-mars-r5wIUVF9cf.jpg Ilustrasi pendaratan di Mars (Foto: Phys)

JAKARTA - NASA berencana untuk mendaratkan pesawat ruang angkasa di dataran Mars. Dalam rencana tersebut, NASA kabarnya akan menggali lebih jauh tentang planet tersebut dan mengukur gempa di Mars untuk pertama kalinya.

Dilansir dari laman Metro, Kamis (15/11/2018) pesawat luar angkasa milik NASA akan mendarat pada 16 November dan badan antariksa berencana untuk menyiarkan acara tersebut secara langsung. Tepatnya, ini akan mendarat di dataran datar yang datar dekat dengan ekuator planet yang disebut Elysium Planitia. Para ilmuwan ingin meneliti Mars dalam upaya untuk mengungkap rahasia sejarah kunonya.

Selain itu, para ilmuwan berharap untuk melihat selusin hingga 100 gempa mars selama misi, menghasilkan data yang akan membantu mereka menyimpulkan kedalaman, kepadatan dan komposisi inti planet, mantel berbatu yang mengelilinginya dan lapisan terluar. 

"Ilmu yang ingin kami lakukan dengan misi ini benar-benar ilmu memahami sejarah tata surya," imbuh Bruce Banerdt, peneliti utama InSight.

Mars

Baca Juga: Galaksi 'Hantu' Raksasa Ditemukan Mengelilingi Bima Sakti

Tak hanya itu, pemburu alien sebelumnya mengklaim telah melihat 'kota bertembok' di Elysium Planitia serta 'UFO jatuh'. Gambar ini dianggap sebagai bukti 'kota-kota bertembok' di Mars. Tapi ternyata kebenaran tentang dataran Mars ini bisa lebih liar daripada fiksi.

Badan Luar Angkasa Eropa (ESA) menemukan tanda-tanda 'laut beku' yang berukuran hampir sama dengan Laut Utara.

"Air yang membentuk laut tampaknya berasal di bawah permukaan Mars, dan telah keluar melalui serangkaian patahan yang dikenal sebagai Cerberus Fossae, dari mana ia mengalir dalam bencana banjir," tulis ESA pada 2005.

Terdapat di area yang luas sekitar 800 kilometer panjang dan lebar 900 kilometer dengan kedalaman sekitar 45 meter. Ketika air mulai membeku, es yang mengapung mengumpul menjadi rakit. Ini kemudian tercakup dalam abu dan debu dari letusan gunung berapi di wilayah tersebut.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini