nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Faktor yang Mempengaruhi Hujan Meteor agar Semakin Terlihat

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 17 November 2018 17:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 17 56 1979152 ini-faktor-yang-mempengaruhi-hujan-meteor-agar-semakin-terlihat-3MtG1EwgkD.jpg Ilustrasi bintang jatuh atau hujan meteor (Foto: WAOW)

JAKARTA - Hujan Meteor akan kembali menyambangi bumi pada 17-18 November 2018. Kali ini merupakan giliran meteor Leonid. Menurut Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Abdul Rahman meteor-meteor tersebut akan terlihat memancar dari sebuah titik yang dinamakan radiant di rasi Leo.

"'Di Indonesia, ketinggian maksimum titik ini bisa mencapai lebih dari 70 derajat dari horizon sehingga jika langit cerah cukup banyak meteor yg bisa terlihat," kata dia kepada Okezone, Sabtu (17/11/2018).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan jika semakin tinggi radiant sebuah hujan meteor. Maka, lanjut dia semakin banyak juga kemungkinan meteor yang akan terlihat. Tak hanya sampai disitu, ia pun menuturkan beberapa faktor lain yang mempengaruhi jumlah meteor dalam blog pribadinya, diantaranya deklinasi arah datang (radiant) hujan meteor tersebut.

Hujan Meteor

Baca Juga: Belasan Meteor Akan Terlihat, LAPAN: Sesudah Tengah Malam Sampai Subuh

"Benda dengan deklinasi positif berarti lokasinya di sebelah utara ekuator Bumi sedang benda dengan deklinasi negatif berarti di selatan ekuator," kata Abdul

Untuk informasi, Abdul juga mengatakan jika setiap hujan meteor yang rutin terjadi setiap tahun memiliki jumlah maksimum secara teori. Jumlah maksimum yang dihitung per jam ini dianggap bisa terlihat pada kondisi ideal (langit cerah sempurna dan arah datangnya hujan meteor terletak tepat di atas kepala pengamat) yang diperoleh dari perhitungan.

"Parameter ini disebut Zenithal Hourly Rate (ZHR). ZHR selalu lebih besar daripada jumlah yang sebenarnya teramati," tuturnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini