Izin First Media, Internux, dan Jasnita Bakal Dicabut, Begini Nasib Pelanggan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 19 November 2018 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 11 19 207 1979801 izin-first-media-internux-dan-jasnita-bakal-dicabut-begini-nasib-pelanggan-GLJoSws9Cs.jpg Ilustrasi pengguna internet (Foto: BGR)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hari ini akan melakukan pencabutan izin frekuensi 2,3 GHz kepada tiga operator yang menunggak biaya BHP. Ketiga operator di antaranya PT. First Media, Tbk, PT. Internux, dan PT. Jasnita Telekomindo.

Dikatakan oleh Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu proses pencabutan masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari beberapa pejabat pemerintahan.

Namun yang pasti, lanjut dia setelah izin frekuensi dicabut layanan otomatis akan terhenti. Akses internet yang terhenti pasti berdampak pada pelanggan yang tak bisa menikmati layanan.

“Nasib pelanggan itu yang 4 juta sekian dari data yang kami punya, ditahap awal dalam proses peralihan itu akan terdampak dalam seminggu atau dua minggu ini akan kesulitan,” ujar pria yang akrab disapa Nando tersebut kepada Okezone, Senin (19/11/2018).

 Lebih lanjut, dia mengatakan jika akan ada penunjukan operator-operator lain yang tetap dalam pengawasan kominfo dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) ke depan.

Internet

Baca Juga: Kominfo Cabut Izin First Media, Internux, dan Jasnita Hari Ini

Untuk informasi PT. First Media, Tbk menunggak sebesar Rp364,8 miliar dan PT. Internux Rp343,5 miliar, dan PT. Jasnita Telekomindo memiliki utang sekira Rp2,1 milar. Kominfo telah melayangkan surat peringatan dan mengumumkan tanggal jatuh tempo untuk pembayaran yakni pada 17 November 2018.

Namun sayangnya dari ketiga operator belum ada tindakan apapun untuk melakukan pembayaran. First Media bahkan melakukan gugatan terhadap Kominfo ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

“Terkait sidang PTUN kemarin tanggal 13 November 2018 itu majelis hakim memutuskan para penggugat dalam hal ini First Media untuk memperbaiki materi gugatannya. Karena gugatannya parah banyak ketidakjelasan. Jadi mereka diminta untuk perbaikan gugatan. Sidang susulan dimulai hari ini,” jelas Nando terkait gugatan First Media.

Dia juga menjelaskan tuntutan yang diminta oleh First Media tidak adanya proses pencabutan izin frekuensi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini