nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Samsung Sematkan Teknologi AI Bantu Dokter Diagnosis Penyakit

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 06:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 26 56 1982795 samsung-sematkan-teknologi-ai-bantu-dokter-diagnosis-penyakit-dOWrJfkyCn.jpg Samsung dalam ajang RSNA 2018 (Foto: Medgadget)

JAKARTA - Samsung Electronics telah menerapkan algoritme AI ke perangkat pencitraan atau medical imaging. Ini biasa digunakan pada perangkat kesehatan yang merekam tubuh untuk mendeteksi atau mendiagnosa penyakit. 

Lengkapnya, Raksasa teknologi Korea Selatan tersebut bersama dengan perangkat medis afiliasi Samsung Medison, memamerkan berbagai jenis perangkat lunak pencitraan diagnostik padaRadiological Society of North America 2018 (RSNA 2018) di Chicago.

Dilansir dari laman ZDNet, Selasa (271/2018) itu juga termasuk untuk ultrasound, radiografi digital, computed tomography, dan magnetic resonance imaging (MRI). Lebih lanjut, Samsung juga mengumumkan perangkat lunak meningkatkan akurasi diagnosis dari 0,83-0,87 untuk dokter dengan pengalaman empat tahun atau kurang.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh profesor radiologi Tommaso Bartolotta dari University of Palermo di Italia. Perangkat lunak AI untuk radiografi digital, dijuluki SimGrid, menyediakan gambar jaringan paru-paru yang dikaburkan oleh tulang di dada X-Rays.

Ilustrasi

Baca Juga: Ditemukan Jejak Kaki Dinosaurus Berukuran 1 Cm

Perangkat lunak AI-nya disebut Deteksi Noda Otomatis Paru-Paru, seperti namanya, mendeteksi nodul paru lebih akurat. Samsung juga memperkenalkan unit mobile stroke untuk computed tomography, dan mengembangkan teknologi AI yang akan memungkinkan MRI untuk menampilkan informasi seperti ketebalan tulang rawan lutut dan gambar arthritis lutut.

Lebih banyak perusahaan juga mencari untuk menerapkan AI untuk perawatan kesehatan. Minggu lalu, LG CNS dan Lunit mengumumkan bahwa mereka berencana untuk menerapkan AI dan cloud untuk analisis video X-Ray paru-paru.

Untuk informasi, Samsung telah meningkatkan kemampuan AI-nya dengan meluncurkan pusat-pusat penelitian yang berfokus pada perawatan kesehatan di seluruh dunia, setelah membuka yang ketujuh di Montreal bulan lalu.

Samsung berencana untuk berinvestasi US USD 21 miliar dalam AI, 5G dan teknologi yang sedang berkembang ke depan.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini