Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Peringkat Ketiga dalam Pencarian Film Porno, Lebih Sering Akses di Ponsel

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Selasa 27 November 2018 10:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 11 27 207 1983307 indonesia-peringkat-ketiga-dalam-pencarian-film-porno-lebih-sering-akses-di-ponsel-s1EZr76RlJ.jpg Ilustrasi film porno. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Internet menjadi jendela informasi di era milenial saat ini. Berbagai macam konten di internet tersedia, mulai dari berita, hiburan, pendidikan, hingga konten dewasa.

Khusus konten dewasa atau situs porno, selalu menjadi PR bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk terus melacak dan memblokirnya.

Pada Agustus 2018, Kominfo memerintahkan 15 penyedia layanan internet (ISP) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk memblokir gambar pornografi yang ada di mesin pencari. Pemblokiran dilakukan dengan menerapkan safe mode di seluruh mesin pencari ISP.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Semuel Abrijani Pangerapan mengakui memang rumit untuk memblokir konten pornografi berdasarkan kata kunci. Pasalnya para pengunggah terus memperbarui kata kunci untuk konten pornografi. Seringkali konten pornografi muncul tanpa kata kunci eksplisit.

Sementara itu, melalui data dari salah satu penyedia konten dewasa, warga Indonesia paling banyak mengakses situs porno di perangkat ponsel dibanding lewat komputer. Data mengungkap bahwa Indonesia masih menjadi negara yang gemar mengonsumsi konten porno, meskipun pemblokiran terus dilakukan pemerintah.

Melalui data Similarweb diketahui pengguna internet Indonesia rata-rata menghabiskan waktu selama 3 menit 36 detik untuk menonton film porno di internet.

Ilustrasi film porno. (Foto: Ist)

Menurut data rekapitulasi statistik, Indonesia berada di peringkat ketiga dalam pencarian film porno bertema 'ayah'. Indonesia berada di bawah Filipina, Thailand, dan Pakistan.

Sedangkan pada 2015, Indonesia berada di peringkat ke-12 dunia di bawah Lesoto, Papua Nugini, dan Malaysia dalam hal pencarian film porno dengan kata kunci "perempuan hamil".

Masih di tahun yang sama, jumlah milenial Indonesia pengakses situs porno paling banyak nomor dua di bawah India. Komposisi milenial sebanyak 74 persen dan yang lebih tua sejumlah 26 persen. Indonesia, menurut data itu, memang menjadi bagian dari statistik besar industri film porno dunia.

Bahaya Film Porno

Bahaya menonton film porno adalah bisa menimbulkan kecanduan layaknya kecanduan narkoba. Lebih fatal bila sampai terjadi hamil di luar nikah.

Saat menonton film porno, maka yang akan terjadi adalah produksi hormon endorfin yang tidak baik bagi tubuh. Jika terus menerus menonton film porno maka individu tersebut tidak bisa lagi memilah mana yang baik dan buruk, sebab yang dominan adalah nafsu.

Solusi, bentengilah dirimu dengan pembekalan agama yang mumpuni, serta isilah hari-harimu dengan hal-hal yang positif seperti olahraga atau melakukan hobi.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini