Ini Alasan Internet Indonesia Lemot Dibanding Negara Lain

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 16:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 29 54 1984579 ini-alasan-internet-indonesia-lemot-dibanding-negara-lain-Fc2eqzU3Ap.jpg Ilustrasi Internet (Foto: GSMA)

JAKARTA - Kebutuhan manusia akan internet dewasa ini semakin meningkat. Pasalnya internet mampu membantu setiap sendi kehidupan menjadi lebih mudah dari mencari informasi, hiburan, mengakses aplikasi, dan banyak lagi.

Sayangnya, kecepatan Internet di Indonesia saat ini tertinggal jauh dari negara tetangga, Singapura. Menurut laporan OpenSignal, Indonesia menempati peringkat ke-6 terburuk dengan kecepatan keseluruhan 6,66 Mbps, setelah negara Mesir. Sementara itu, Korea Selatan menduduki peringkat pertama terbaik dengan kecepatan unduh 45,58 Mbps dan diikuti oleh Norwegia dan Singapura.

Menanggapi hal tersebut Direktur Utama Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI), Anang Latief mengatakan jika hal tersebut karena OpenSignal mengukur dari seluruh total wilayah Indonesia. Pasalnya di Indonesia sendiri, lanjut dia beberapa daerah khususnya di Timur dan Kalimatan masih terdapat ketimpangan infratruktur digital.

Misalnya, dari data Kominfo pada 2017 rata-rata kecepatan unduh di Jakarta mencapai 7Mbps, sementera itu di Papua hanya sekira 300Kbps.

"Ketimpangan itu ada ya memang ada, karena infrastrukturnya. Belum lagi jika kabel optik terputus karena ulah seseorang, yang mereka pikir kabel tembaga dan bisa dijual. Tapi kalau mengukur di Jakarta saja, itu jauh bisa melawan Singapura. Karena kan di Jakarta bisnisnya sudah bagus. Kalau daerah-daerah di hitung (Survey Open Signal) susah ya," kata Anang kepada Okezone di Gedung Merdeka, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Kabel Serat Optik

Baca Juga: NASA InSight Tempuh Perjalanan ke Mars 6 Bulan, Ini Videonya

Tak hanya itu, kondisi geografis di Indonesia juga menjadi salah satu alasan mengapa kecepatan internet di Indonesia tertinggal. Seperti halnya banyaknya gunung dan hutan yang membatasi sinyal serta kondisi alam yang ekstrem di beberapa daerah. 

"Kompleksitas Indonesia dengan negara lain itu berbeda, sehingga dihitung itu sulit. Apalagi yang berada dilaut karena melawan alam, misal terputus karena arus di bawah laut yang sangat besar. Selain itu, pengguna kita 143 juta pengguna internet jadi lambat saat dirata-ratakan. Di sana (Singapura) 5 juta pengguna, jadi tidak fairnya seperti itu," lanjut dia.

Lebih lanjut, Anang menyebutkan jika proyek Palapa Ring yang dicanangkan Kominfo dan BAKTI nantinya mampu membuat internet di Indonesia lebih cepat.

"Kalau Palapa Ring sudah selesai lebih kenceng lagi, kalau pakai jaringan serat optik tidak berasa," pungkas dia.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini