Satelit Multifungsi Bantu Kinerja BTS Sediakan Internet di Wilayah 3T

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 29 November 2018 17:25 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 11 29 54 1984632 satelit-multifungsi-bantu-kinerja-bts-sediakan-internet-di-wilayah-3t-N7fEgfjmKt.jpg Ilustrasi BTS (Foto: Wikimedia Commons)

JAKARTA - Saat ini Indonesia tengah berbenah untuk mengatasi masalah jaringan broadband di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Selain BTS dan Palapa Ring, pemerintah melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) menyiapkan satelit multifungsi dengan teknologi HTS (High Turbo Satelit).

Direktur Utama BAKTI, Anang Latif menyebutkan jika satelit multifungsi tersebut nantinya akan membantu kinerja Base Transceiver Station (BTS) sebagai perangkat jaringan telekomunikasi dan internet. Saat ini, sekira 855 BTS telah dibangun untuk daerah yang masuk dalam wilayah 3T.

“5000 BTS direncanakan selesai pada 2019. Satelit ini mendukung penyelenggaraan BTS dan internet. Ini semacam isi perutnya, sinyal yang sampai di perbatasan dan daerah tertinggal tower itu harus dihubungkan ke Jakarta. Nah, kalau ke Jakarta medianya di desa jaraknya masih 50 km dari kabupaten itu menggunakan satelit HTS (High Turbo Satelit). Indonesia belum punya satelit ini, sehingga kita coba untuk membuatnya,” kata Anang kepada Okezone, di Gedung Merdeka, Kamis (29/11/2018).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan jika pengadaan satelit tersebut tak terbilang mudah. Untuk saat ini satelit dalam proses lelang oleh KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha).

Satelit HTS

"Untuk membuat satelit tersebut membutuhkan waktu 3 tahun sendiri. Buatnya tergantung di Amerika dan Eropa mana yang menang, nanti di akhir 2022 satelit akan meluncur,” imbuh pria 46 tahun tersebut.

Dia kemudian mengatakan jika cara kerja satelit mirip dengan mobil bertenaga turbo, meski cepat namun efisien dan hemat.

Lebih lanjut, perkiraan nilai investasi proyek ini sebesar Rp6,580 triliun, mencakup pembiayaan, perancangan, pengadaan, pembangunan, peluncuran, pengoperasian dan pemeliharaan satelit.

Sambil menantikan satelit tersebut beroperasi pada 2022, BAKTI menyiapkan rencana untuk menyewa satelit yang sudah ada terlebih dulu.

(ahl.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini