nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Google Gagal Bangun YouTube Premium?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 01 Desember 2018 17:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 01 207 1985521 google-gagal-bangun-youtube-premium-rln9N3y1m8.jpg Ilustrasi YouTube Premium (Foto: CNet)

JAKARTA - YouTube premium telah dirilis pertama kali pada 2014. Namun sayangnya, baru empat tahun kurang tahun beroperasi, Google dikabarkan telah gagal untuk mempertahankan aplikasi tersebut. Bahkan, raskasa internet itu telah mengganti merek layanan beberapa kali, tak pelak lagi menciptakan kebingungan pelanggan.

Dilansir dari laman Fool, Sabtu (1/12/2018) YouTube premium pertama kali diumumkan pada tahun 2014 sebagai Music Key, kemudian berganti nama menjadi YouTube Red pada tahun 2015.

Layanan ini berubah lagi menjadi YouTube Premium awal tahun ini. Fitur-fitur yang disertakan telah berubah di setiap langkah, seperti memiliki perjanjian pembagian pendapatan dengan mitra konten. Iterasi saat ini dengan harga USD 12 per bulan, sebanding dengan langganan Netflix yang lebih digandrungi.

Seperti pertama kali diberitakan oleh The Hollywood Reporter, YouTube sedang mempersiapkan untuk merombak strateginya sekali lagi. YouTube berencana untuk mengurangi investasinya dalam program yang ditulis skrip sembari membuka YouTube Originals untuk semua pengguna.

Ilustrasi

Baca Juga: Galaxy Fold Jadi Nama Ponsel Lipat Samsung?

Meskipun demikian, perusahaan akan terus memproduksi acara-acara tertentu untuk tetap terkunci di belakang paywall YouTube Premium, seperti Cobra Kai , spin-off berdasarkan waralaba Karate Kid film.

"Ketika kami melihat ke 2019, kami akan terus berinvestasi dalam pemrograman dan pergeseran skrip untuk membuat iklan YouTube Originals kami didukung untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dari basis penggemar yang lebih global," kata seorang perwakilan YouTube dalam sebuah pernyataan resmi.

Dia menambahkan, "Fase berikutnya dari strategi awal kami akan memperluas pemirsa pembuat konten YouTube Asli kami, dan memberikan kepada pengiklan konten luar biasa yang menjangkau generasi YouTube."

Meskipun YouTube tidak pernah mengungkapkan berapa banyak pelanggan premium yang dimilikinya, banyak pemberitaan mengindikasi bahwa jumlahnya mengecewakan.

Setidaknya investor tahu bahwa YouTube memiliki sekitar 2 miliar pengguna aktif bulanan (MAU), khalayak yang didukung iklan besar yang dapat membantu YouTube mendapatkan kembali sebagian dari investasinya tanpa adanya basis pelanggan yang kuat.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini