nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jika Ditemukan Konten Negatif, Twitter: Tolong Dilaporkan

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 15:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 05 207 1987159 jika-ditemukan-konten-negatif-twitter-tolong-dilaporkan-5dITCDW6VB.jpeg Country Industry Head Indonesia & Malaysia Twitter, Dwi Ardiansyah (Foto: Pernita Hestin Untari/Okezone)

JAKARTA - Platform media sosial, Twitter tampaknya terus membenahi diri dengan membersihkan platform dari konten negatif. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Country Industry Head, Indonesia & Malaysia Twitter, Dwi Adriansah usai acara #RameDiTwitter, di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

"Satu yang pasti Twitter saat ini menjadi platform yang sangat sehat. Kita juga meminta kepada para pengguna jika ada hal yang melanggar dan dianggap mengandung hal negatif tolong dilaporkan, " kata Dwi.

Lebih lanjut dia mengungapkan untuk mendukung hal tersebut, Twitter juga telah membuat suatu forum yang bisa diakses di t.co/formulirbantun.

"Disitu ada pilihannya jika ingin bantuan apapun dan melaporakan apapun bisa diakses dalam tautan tersebut. Itu sangat dibutuhkan dan nanti ada tim dari Twitter yang menindaklanjuti aduan tersebut sudah melakukan pelanggaran atau tidak," imbuh Dwi.

Lebih lanjut mekanisme untuk mencegah konten negatif di Twitter memang bukan hal yang instan. Oleh sebab itu, lanjut Dwi Twitter memakai algoritma khusus untuk memahami kebiasaan pengguna.

Twitter

Baca Juga: Usung Layar 7,3 Inci, Ponsel Lipat Samsung Dinamakan Galaxy Fold?

"Karena platform ini bukan platform badan sensor, kita juga harus mengerti konteksnya. Jadi bahasa Indonesia sedikit unik ya, ada kata cabe-cabean orang bisa dianggap sebagai sayuran atau sebutan," jelasnya.

"Kita sangat transparan, basicly (dasarnya) kita punya sebuah tautan atau website di mana kita bisa melihat ini transparancy atau akun-akun yang ditangguhkan. Transparancy report dilakukan dua kali bisa dilihat dari negara mana dan area mana yang sudah ditindaklanjut," imbuh Dwi.

Sebagai informasi, untuk saat ini Twitter telah menangguhkan sekira 70 juta akun yang memiliki konten negatif secara global. Selain itu, untuk menyasar pengguna di daerah Twitter juga membuat Twitter Lite, yang bahkan memberikan kontirbusi triple digit untuk pengguna keseharian plaform.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini