nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ditemukan Dinosaurus Spesies Baru Diyakini Hidup 100 Juta Tahun Lalu

ABC News, Jurnalis · Rabu 05 Desember 2018 20:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 05 56 1987365 ditemukan-dinosaurus-spesies-baru-diyakini-hidup-100-juta-tahun-lalu-Xg67NsKvZU.jpg (Foto: University of New England)

JAKARTA - Peneliti menemukan fosil yang menunjukkan dinosaurus diyakini pernah hidup di Australia. Weewarrasauras pobeni adalah dinosaurus pertama yang dinamai di New South Wales (NSW), Australia.

Dikutip dari Abc.net, Rabu (5/12/2018), ini merupakan dinosaurus pemakan tumbuhan berkaki dua pertama seukuran anjing kelpie yang menjelajahi dataran banjir kuno di utara negara bagian itu 100 juta tahun yang lalu.

Nama itu diberikan untuk mengenang tambang opal Wee Warra, tempat fosil ditemukan, dan pembeli opal yakni Mike Poben, yang melihat sesuatu istimewa dalam spesimen itu dan menyumbangkannya untuk penelitian.

"Saya langsung tertarik. Sepertinya waktu terhenti, saya menusuk punggung tulang belakang saya karena ada sesuatu di pikiran saya mengatakan 'gigi', dan jika itu gigi itu tulang rahang, dan apakah itu tulang rahang, yang saya sudah tak pernah terlihat sebelumnya, mereka sangat langka, maka ini adalah sesuatu yang besar," kata Poben.

Poben menemukan fosil itu lima tahun yang lalu dan membaginya dengan paleontolog Dr Phil Bell dari Universitas New England di Armidale, NSW.

 

"Saya ingat Mike menunjukkan saya spesimen itu, dan saya terkejut," kata Dr Bell.

Dr Bell dan timnya menghabiskan dua tahun terakhir untuk menyelidiki dan mengidentifikasi rahang berusia 100 juta tahun.

Baca juga: 3 Tips Charging agar Ponsel Anda Awet

Ada fitur-fitur tertentu tentang gigi-gigi itu yang merupakan penanda jelas dari sekelompok dinosaurus yang disebut ornithopoda. Ini semua adalah hewan yang berukuran relatif kecil, seukuran anjing, berkaki dua yang memakan tumbuhan.

Lightning Ridge adalah satu-satunya tempat di dunia di mana tulang dinosaurus secara rutin berubah menjadi opal.

Universitas New England kini mencari tambang yang diketahui menghasilkan fosil.

"Sayangnya, sisa-sisa fosil yang kami lihat hampir selalu merupakan bagian dari penambangan, tetapi di sisi lain, kami tak akan pernah melihat fragmen-fragmen itu jika bukan untuk penambangan," kata Dr Bell.

Rahang Weewarrasaurus kini menjadi bagian dari koleksi Pusat Opal Australia, kumpulan fosil serupa batu opal paling beragam di dunia.

 

Baca juga: Rilis 11 Desember, Ini Bocoran ZenFone Max Pro M2

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini