Emisi Karbon Dioksida di Dunia Meningkat 2,7% dalam Setahun

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 08 Desember 2018 06:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 07 56 1988067 emisi-karbon-dioksida-di-dunia-meningkat-2-7-dalam-setahun-3Rz9eO8jCM.jpg Ilustrasi Emisi Karbon dioksida (Foto: CBC)

JAKARTA - Emisi karbon dioksida (CO2) di dunia diperkirakan telah meningkat sekira 2,7 persen dari 2017 hingga 2018. Hal tersebut diketahui dari tiga penelitian yang dirilis Global Carbon Project, sebuah kolaborasi ilmiah internasional dari akademisi, pemerintah dan industri yang melacak emisi gas rumah kaca.

"Ini adalah berita buruk, setiap tahun kami menunda aksi iklim yang serius, tujuan Paris menjadi lebih sulit untuk dipenuhi,” kata Andrew Jones, co-director Climate Interactive seperti dilansir dari laman CBC, Sabtu (8/12/2018).

Studi menyimpulkan bahwa tahun ini dunia akan memuntahkan sekira 37,1 miliar ton karbon dioksida. Angka ini naik dari 36,2 miliar ton tahun lalu.

Proyek Karbon Global menggunakan laporan pemerintah dan industri untuk menghasilkan angka emisi final untuk tahun 2017 dan proyeksi untuk 2018 berdasarkan pada empat pencemar terbesar yakni China, Amerika Serikat, India dan Uni Eropa.

Amerika Serikat menunjukkan peningkatan emisi yang signifikan, naik 2,5 persen untuk pertama kalinya sejak 2013. China sebagai penghasil emisi karbon terbesar dunia mengalami peningkatan terbesar sejak 2011 sekira 4,6 persen.

Emisi Karbon dioksida

Baca Juga: Ini Cara Atasi Kejenuhan Bermain Game

Penulis utama studi Corinne Le Quéré, seorang peneliti perubahan iklim di University of East Anglia di Inggris, mengatakan bahwa peningkatan ini mengejutkan setelah beberapa tahun peningkatan emisi lebih kecil.

Tetapi dia juga tidak berpikir dunia akan kembali ke peningkatan yang lebih besar yang terlihat dari 2003 hingga 2008. Dia yakin faktor-faktor yang tidak biasa sedang terjadi tahun ini.

Untuk Amerika, itu adalah kombinasi dari musim panas yang panas dan musim dingin yang membutuhkan lebih banyak penggunaan listrik untuk pemanasan dan pendinginan. Bagi China, itu adalah stimulus ekonomi yang mendorong manufaktur bertenaga batubara, kata Le Quéré.

Emisi karbon dioksida global telah meningkat 55 persen dalam 20 tahun terakhir, perhitungan menunjukkan. Menurut US National Oceanic and Atmospheric Administration pada saat yang sama, Bumi telah menghangat sekitar 0,38 C,

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini