Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA Bakal Lacak Emisi Karbon Dioksida Melalui Peta 3D

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 16 Desember 2018 18:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 15 56 1991773 nasa-bakal-lacak-emisi-karbon-dioksida-melalui-peta-3d-wsSI0wlJuE.jpg Ilustrasi (Foto: Discover Magazine)

“Keseimbangan bersih antara berapa banyak kerugian Anda melalui deforestasi dan berapa banyak yang Anda peroleh melalui pertumbuhan kembali adalah salah satu ketidakpastian terbesar dalam siklus karbon global," imbuh Dubayah.

Untuk membantu memecahkan misteri ini, GEDI akan menggunakan deteksi cahaya dan sistem laser (lidar) untuk menembus kanopi hutan dan membuat peta 3D dari vegetasi yang ada di bawahnya.

Dengan mengukur ketinggian pohon yang mendasarinya, para peneliti akan dapat memperkirakan berat dan umur mereka memberi cahaya pada berapa banyak karbon yang mereka serap dan berapa banyak yang akan mereka pancarkan jika mereka ditebang.

Teknologi ini dapat membantu para ilmuwan menyusun rencana untuk mengurangi emisi CO2, tetapi juga bisa menguntungkan makhluk yang hidup di hutan. Meskipun GEDI tidak dapat menentukan spesies tanaman dan pohon yang tepat.

Emisi Karbon dioksida

Baca Juga: Mirip iPhone XR, Galaxy S10 Versi Murah Hadirkan Warna Baru

GEDI dapat menata struktur keseluruhan hutan dan melihat apakah GEDI sesuai dengan preferensi spesies tertentu. Dari sana, habitat dapat dikontur agar sesuai dengan kebutuhan hewan berisiko, membantu mempertahankan populasi mereka dan kelangsungan hidup jangka panjang.

Tapi seperti misi lain, GEDI bukan tanpa batasan. Berbagai jenis pohon memiliki tingkat kerapatan karbon yang berbeda-beda, sehingga ketidakmampuannya membedakan spesies dapat merusak akurasi data secara keseluruhan. Orbit ISS juga akan membatasi area yang dapat dipetakan GEDI, dengan cakupan mulai dari 51,6 derajat utara hingga 51,6 derajat ke selatan.

Meskipun ini akan mencakup sebagian besar hutan tropis dan beriklim sedang, ia akan kehilangan bagian hutan besar yang berada di antara keduanya. Terlepas dari kekurangannya, misi 2 tahun akan menyediakan data yang belum pernah dilihat dari hutan Bumi dan memberikan informasi penting tentang pemanasan global dan pelestarian habitat.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini