Ratusan Gamers Milenial Ikuti Turnamen Free Fire Se-Jabodetabek

Wijayakusuma, Jurnalis · Senin 17 Desember 2018 14:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 17 326 1992381 ratusan-gamers-milenial-ikuti-turnamen-free-fire-se-jabodetabek-xMvjhldrh1.jpg (Foto: Wijayakusuma/Okezone)

BEKASI - E-sport games dua tahun belakangan ini tengah mewabah dan digandrungi kalangan gamers milenial. Setelah Mobile Legends dan AOV yang telah lebih dulu eksis dan merajai moba game di Indonesia, kini giliran Free Fire yang tengah menjadi topik hangat di kalangan gamers.

Sebagai salah satu kota yang memiliki potensi gamers dari kalangan milenial, Kota Bekasi berkesempatan menjadi tuan rumah "Community Tournament Regional Bekasi se-Jabodetabek", yang diselenggarakan di Grand Mal Bekasi, Jalan Jenderal Sudirman, Kranji, Kota Bekasi, Jawa Barat. Acara ini diikuti ratusan gamers milenial yang menggemari game Free Fire. 

"Ini community tournament dari program kita. Sebenarnya bukan cuma di Bekasi, di Karawang juga ada. Di Bekasi ini kita yang terdaftar 250 tim. Cuma kita hanya bisa menerima 156 tim karena tidak muat. Tapi di Karawang kita buka, sekitar 196 tim sekarang jalan di saat yang bersamaan," kata Avril Walvadilata, Event & Community Garena Developer kepada Okezone, Minggu (16/12/2018).

Adapun teknik pertandingan, yakni dari 156 tim akan dibagi menjadi 12 slot yang masing-masing terdiri dari 13 tim yang bermain di satu server. Dari 12 slot, sebanyak 4 slot diberi waktu bertanding selama 2 jam.

 

"Jadi 13 tim x 4 slot. Satu slot itu mainnya 2 jam, dari pukul 10.00-12.00 WIB, 12.00-14.00 WIB, dan pukul 14.00-16.00 WIB. Di finalnya kita ambil tiap grup itu satu pemenang dari perhitungan poin. Jadi poin yang paling tinggi itu bakal lolos ke babak final 12 tim. Dan di final ada 3 game, dihitung skornya," paparnya.

Avril pun tak menyangka turnamen Free Fire ini mendapat animo yang cukup besar dari para gamers. Pasalnya, peserta yang mendaftar tercatat melebihi kuota yang ditetapkan.

"Animo pemainnya di dua tempat, Karawang dan Bekasi, sama-sama melebihi kuota yang kita harapkan. Kita kemarin berharap 78, ternyata yang daftar lebih dari itu. Makanya sampai di Karawang itu 196 tim. Itu pun juga masih banyak yang tidak dapat slot, karena kita batasi. Waktunya tidak cukup kalau cuma satu hari," ujarnya.

Avril mengaku sudah ada upaya untuk gamers Free Fire Indonesia bertanding di kancah internasional. Namun ia masih enggan menjelaskan lebih lanjut terkait hal ini.

"Kalau go internasional dari Barat sendiri sudah ada turnamen, namanya Indonesian Master. Rilisnya kita belum bisa kasih, cuma seleksinya kurang lebih 8.000 tim. Tapi online bukan offline, karena kita ambil se Indonesia," tandasnya.

Baca juga: Huawei P30 Pro Bakal Jadi Rival Samsung Galaxy S10?

Sementara itu, peserta asal Makassar, Muslih Rachman menuturkan, turnamen Free Fire menargetkan kota-kota yang memang memiliki komunitas gamers yang mumpuni.

"Bekasi juga salah satu kota yang memang gamers-nya real gitu. Dan banyak dari mereka yang berprestasi. Kategori pro player di Bekasi sendiri ada sekitar 6-8 orang dan ini cukup banyak. Mereka masuk dalam top 40 pro player Free Fire dari Garena sendiri," kata pria berbadan tambun yang berprofesi sebagai doktor bedah itu di lokasi.

"Kalau peserta 50 persen masih lokal (Bekasi), karena memang mereka punya beberapa panutan di sini yang memang kategorinya pro player untuk divisi Free Fire sendiri," ujar pria yang direkrut menjadi tim e-sport resmi itu.

Rachman berharap ke depannya komunitas Free Fire dapat terus berkembang dan menjadi game yang paling banyak di-download oleh gamers milenial.

"Intinya Free Fire jadi game downloader terbanyak tahun 2018 di dunia. Dan Indonesia memegang peranan 47 persen, kalah dibanding Brazil yang lebih banyak," imbuhnya.

 

Masih di lokasi sama, Mochtar Mohamad atau M2 penasehat gamers Free Fire menyampaikan, awal tahun depan rencananya akan digelar turnamen Free Fire berskala nasional di Bekasi, untuk kalangan gamers milenial.

"Mudah-mudahan Januari kita bisa laksanakan games milenial Indonesia skala nasional di Bekasi. Target kita 1.000 tim dengan 5.000 peserta. Dan kita akan mencoba mengundang Presiden untuk membuka turnamen. Kita juga ingin memecah rekor di kalangan gamers, untuk peserta terbanyak dan hadiah terbesar," katanya.

Menurutnya, turnamen tersebut sekaligus ajang deklarasi organisasi gamers milenial Indonesia, yang diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi para gamers dalam mengembangkan bakat dengan mengadu ketangkasan, seiring dibentuknya kepengurusan.

"Juga akan ada ya untuk olahraga games ini. Di Asean Games kemarin kan juga dicoba pertandingan. Maka ini kita mulai arahkan bersama-sama. Bekasi dan se-Jabodetabek kita coba untuk dorong mulai tertata pengelolaannya, sehingga kualitas para gamers ini bisa mewakili Indonesia ke depan," pungkasnya.

Baca juga: Pendiri Vine Colin Kroll Ditemukan Meninggal Dunia Diduga Overdosis

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini