Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kominfo Blokir 500 Situs Terorisme, Radikalisme dan Separatisme

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Jum'at 21 Desember 2018 14:26 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 21 207 1994369 kominfo-blokir-500-situs-terorisme-radikalisme-dan-separatisme-ZGEkWpx9RI.jpg (Foto: Tracktec)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) hingga November 2018, telah melakukan blokir terhadap 500 situs yang memuat konten terorisme, radikalisme dan separatisme.

Melalui keterangan resmi Ferdinandus Setu, Plt. Kepala Biro Humas Kominfo, berdasarkan laporan Subdit Pengendalian Konten Internet, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, dalam database penangangan konten tercatat ada 3 (tiga) situs yang memuat konten separatisme dan organisasi berbahaya telah diblokir.

Sementara untuk situs terorisme dan radikalisme, Kominfo telah melakukan blokir sebanyak 497 situs. Sebanyak 202 situs merupakan jumlah situs yang diblokir sampai Desember 2017.

Untuk tahun 2018 saja, Kementerian Kominfo telah memblokir sebanyak 295 situs yang mengandung konten terorisme dan radikalisme. Sementara untuk situs konten separatisme diblokir 3 situs pada Juni 2018.

 

Pemblokiran situs yang memuat konten terorisme dan radikalisme sudah dilakukan sejak 2010 hingga saat ini. Situs yang telah diblokir dominan berasal dari luar negeri dengan registernya lebih banyak bertuliskan dot com.

Tindakan pemblokiran dilakukan atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain itu, pemblokiran juga sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27 ayat (1) dan (2), Pasal 28 ayat (1) dan (2), Pasal 40 ayat (2).

Baca juga: Indonesia Miliki Tingkat Spam Tertinggi di Asia Tenggara

Meski sudah dilakukan penutupan terhadap situs terorisme dan radikalisme serta separatisme, Kominfo terus melakukan pencarian situs dan akun dengan menggunakan mesin AIS setiap dua jam sekali.

Selain itu, Kementerian Kominfo juga bekerjasama dengan Polri untuk menelusuri akun-akun yang menyebarkan konten terorisme, radikalisme dan separatisme.

Kominfo juga mendorong masyarakat untuk menghindari konten terorisme, radikalisme dan separatisme. Jika menemukan keberadaan situs seperti itu dapat melaporkannya ke aduankonten.id atau akun Twitter @aduankonten.

 

Baca juga: 3 Hacker Termuda di Dunia, Ada yang Bobol Microsoft

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini