NASA Dekati Objek Observasi Luar Angkasa Paling Jauh

Ahmad Luthfi, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 10:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 25 56 1995798 nasa-dekati-objek-observasi-luar-angkasa-paling-jauh-WbFfrdjEfn.jpg (Foto: Business Insider)

JAKARTA - Pesawat luar angkasa NASA, New Horizons mendekati objek planet paling jauh yang pernah dipelajari oleh peneliti. Ini akan menjadi perjalanan bersejarah bagi New Horizons jelang pergantian tahun.

Dilansir Ibtimes, Selasa (25/12/2018), New Horizons saat ini berjarak 6,4 miliar kilometer dari Bumi dan siap untuk melakukan zoom pada pukul 12:33 pagi EST (0533 GMT) pada 1 Januari.

Ketika melakukan zoom, pesawat antariksa tersebut berada di jarak 3.500 kilometer dari Ultima Thule. Ini akan tiga kali lipat lebih dekat ketimbang saat pesawat luar angkasa itu datang ke Pluto.

Ultima Thule dinamakan berdasarkan pulau mitos dalam literatur abad pertengahan. Ilmuwan proyek Laboratorium Fisika Terapan Johns Hopkins, Hal Weaver mengatakan kepada Phys.org bahwa Ultima Thule saat ini adalah objek paling primitif yang pernah ditemui oleh pesawat ruang angkasa.

 

Kadang-kadang disebut "loteng" tata surya oleh para ilmuwan. Ultima Thule terletak di cakram kosmik Kuiper Belt yang luas yang tersisa dari pembentukan planet-planet pertama.

Ultima Thule dapat ditemukan di area ruang yang beku, sehingga diyakini tetap terpelihara dengan baik bahkan setelah miliaran tahun. Weaver menambahkan bahwa itu dianggap sebagai peninggalan dari pembentukan tata surya.

Baca juga: Tsunami Terjadi Akibat Longsor Anak Krakatau, Ini Penjelasannya

Para ilmuwan masih tidak yakin dengan ukuran yang tepat dari Ultima Thule, meskipun mereka percaya itu relatif kecil. Dikatakan sekira 100 kali lebih kecil dari Pluto, yang berdiameter hampir 1.500 mil (2.414 kilometer).

Dengan mempelajari objek ini, peneliti berharap dapat mengungkap blok bangunan terkait bagaimana planet-planet terbentuk.

"Penting bagi kita dalam sains planet karena wilayah tata surya ini, yang berada sangat jauh dari Matahari, mempertahankan kondisi aslinya dari empat setengah miliar tahun yang lalu. Jadi, ketika kita terbang dengan Ultima, kita akan bisa melihat bagaimana semuanya kembali pada awalnya," kata Stern.

 

Baca juga: Kirim Manusia ke Mars, Astronot Apollo 8: Itu Langkah Bodoh

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini