Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Izin Frekuensi First Media dan Bolt Dicabut, Bagaimana Nasib Pelanggan?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 13:35 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 12 28 207 1997061 izin-frekuensi-first-media-dan-bolt-dicabut-bagaimana-nasib-pelanggan-b1p0aN9dMu.jpg (Foto: World Economic Forum)

JAKARTA - Skenario pencabutan izin pita frekuensi radio operator BWA First Media dan Bolt tampaknya telah menemukan titik akhir. Sebelumnya izin frekuensi kedua operator akan dicabut pada 17 November 2018, namun urung dilakukan karena kedua operator mengusulkan proposal damai pada 19 November 2018. Hari ini, Jumat (28/12/2018) izin kedua operator resmi dicabut.

Penguluran waktu 1 bulan tersebut dikatakan oleh Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ismail karena Kominfo mempertimbangkan dan mengutamakan kepentingan pelanggan agar tidak dirugikan dengan adanya pengakhiran tersebut.

"Penundaan keputusan pengakhiran penggunaan frekuensi 2,3 GHz ini dimaksudkan agar kominfo dapat memantau perkembangan kondisi pelanggan operator telekomunikasi PT Internux dan PT. First Media, Tbk serta meminimalisir dampak dari kerugian pelanggan," kata Ismail dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Selain itu, lanjut Ismail sejak 19 November 2018 Kominfo juga telah melarang kedua operator menambah pelanggan baru dan meminta menghentikan aktivitas top up paket atau kuota data.

Sejak 20 November hingga kini, penurunan pelanggan kedua operator cukup besar. Diketahui pada 20 November 2018 terdapat 10.169 pelanggan aktif yang nilai kuota datanya di atas Rp 100 ribu dari kedua operator.

"Kemudian ketika dipantau pada 25 Desember 2018 hanya tinggal tersisa 5.056 pelanggan aktif yang kuota datanya melebihi nilai Rp100 ribu. Kondisi itu menunjukkan adanya penurunan signifikan, sehingga hari ini merupakan saat yang tepat untuk mengakhiri penggunaan spektrum frekuensi 2,3 GHz untuk meminimalisir dampak kerugian bagi pelanggan kedua operator," ungkap Ismail.

 

Baca juga: Nasib Bolt Ditentukan Siang Ini, Bakal Ditutup Februari 2019?

Selain itu untuk nasib pelanggan, Kominfo juga akan menegaskan akan mengimbau kedua operator untuk memperhatikan hak-hak pelanggan dengan menyediakan gerai-gerai klaim selama maksimal satu bulan atau Januari 2019.

"Terhadap proses pengembalian pulsa dan hak-hak pelanggan ini, Kominfo/BRTI akan terus memonitor proses," kata Ismail.

Sementara itu untuk pita frekuensi radio 2,3 GHz, Ismail mengatakan jika frekuensi merupakan sumber alam terbatas yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

"Haknya sudah kembali ke negara. Ini menjadi pemikiran yang paling penting akan bagaimana ke depannya," ujar dia.

 

Baca juga: Resmi, Kominfo Cabut Izin Frekuensi First Media, Bolt dan Jasnita

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini