Rampung 100 Persen, Menkominfo Uji Coba Palapa Ring Tengah

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 03 Januari 2019 11:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 03 54 1999333 rampung-100-persen-menkominfo-uji-coba-palapa-ring-tengah-dXGmHIz3zu.jpg Ilustrasi Fiber Optic

JAKARTA- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara telah mencoba langsung kecepatan jaringan Palapa Ring di lokasi NOC Palapa Ring Paket Tengah di Desa Muhajirin Baru, Morotai, Maluku Utara pada 2 Januari 2019. Seperti diketahui, proyek Palapa Ring Paket Tengah telah rampung 100 persen sejak 21 Desember 2018.

Dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Kamis (3/1/2019) Rudiantara mengatakan jika pemanfaatan Palapa Ring Paket Tengah akan semakin optimal dengan adanya sinergi antar kementerian dan lembaga. Bahkan, ke depan Pemerintah akan segera menghubungkan seluruh desa dengan internet.

“Bisa dibayangkan ke depan, seorang Menteri Desa dapat berhubungan langsung dengan tiga kepala desa sekaligus dari 75.000 kepala desa hanya dengan menggunakan ponsel saja. Inilah bentuk cepatnya perkembangan teknologi yang kita bisa manfaatkan untuk bangsa ini,” tutur Rudi.

Lebih lanjut, dalam uji coba tersebut Rudiantara didampingi Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Bambang Noegroho. Menurut Bambang Noegroho, Palapa Ring merupakan proyek strategis pemerintah yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan dan menunjang penyediaan akses telekomunikasi dan internet yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Selain merata, mimpi internet cepat juga akan terwujud.

Mengenai kapasitas Palapa Ring Tengah, Noegroho menyatakan bisa mencapai 100Gbps (Gigabyte per second). Adapun kecepatan akses di Terminal Station Morotai up to 40 Mbps (Mega Byte per second). Sementara kecepatan akses di sekitar Taman Kota Morotai up to 30 Mbps. Kecepatan itu mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya berkisar 2 Mbps.

“Kecepatan internet pada saat speedtest bisa mencapai 40 Mbps untuk unduh, sedangkan untuk unggah mencapai 7 Mbps. Hal ini seharusnya dimanfaatkan operator agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih besar,” jelasnya.

Fiiber Optic

Baca Juga: Daftar 4 Orang yang Rela Lakukan Aksi Nekat demi iPhone

Selain Palapa Ring, untuk mewujudkan desa terlayani sinyal, BAKTI membangun BTS (Base Transceiver Station). Hingga saat ini pembangunan BTS di Provinsi Maluku Utara ada sebanyak 80 titik lokasi, khusus di Kabupaten Morotai sebanyak 29 titik lokasi dengan kapasitas 2G.

BAKTI juga menyediakan akses internet di Morotai. Tercatat sudah dibangun di 59 lokasi, yang tersebar di lokasi sekolah, puskesmas, serta lokasi publik lainnya. Sejak rampungnya Palapa Ring Paket Tengah, BAKTI melakukan proses migrasi akses internet yang menggunakan radio link dengan backbone Palapa Ring.

“Migrasi ini dilakukan demi mewujudkan internet cepat. Saat ini, migrasi baru dilakukan untuk akses internet yang menggunakan radio link. Sedangkan untuk BTS, bertahap kami lakukan migrasi menggunakan layanan Palapa Ring Paket Tengah,” tambah Noegroho.

Jaringan Palapa Ring Tengah, akan melayani 17 kabupaten atau kota serta 10 kabupaten atau kota yang merupakan titik interkoneksi dengan jaringan tulang punggung serat optik.

“Dengan rampungnya paket tengah, BAKTI saat ini sedang menjaring peminatan ke para penyelenggara jaringan dengan rencana uji coba operasi yang akan dilakukan selama tiga bulan atau sama seperti Palapa Ring Barat,” tambah Direktur Infrastruktur BAKTI.

Mengenai mekanisme penyusunan tarif Palapa Ring Tengah, Noegroho menyebut sama dengan mekanisme Palapa Ring Barat.

"Penyediaan dan pengguna kapasitas pita lebar ditentukan berdasarkan nilai investasi, harga pasar dan jumlah pengguna jasa. Sedangkan, untuk dark fiber dengan memperhatikan juga panjang dan lokasi kabel," jelasnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini