Menkominfo Kunjungi Ternate Pantau Pemanfaatan Akses Internet

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 09:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 04 54 1999781 menkominfo-kunjungi-ternate-pantau-pemanfaatan-akses-internet-1g2MPKMvb6.jpeg Pemberian Plakat oleh Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba kepada Menkominfo Rudiantara (Foto: Menkominfo)

JAKARTA– Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (Menkominfo) bersama dengan Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Bambang Noegroho mengunjungi BLK (Balai Latihan Kerja) Ternate, Maluku Utara. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan akses internet di BLK tersebut yang telah mendapatkan bantuan dari pemerintah dalam hal ini BAKTI Kominfo.

Dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Jumat (4/1/2019) Chief RA panggilan Rudiantara menuturkan bahwa untuk membangun Indonesia, dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan. Hal ini dilakukan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kuatdengan anak-anak yang memiliki cara belajar yang berbeda. “Saya berpikir agar seluruh sekolah, BLK harus dilengkapi dengan internet, dan di 2022 sudah tidak ada lagi sekolah, BLK, Puskesmas dan Kantor Desa yang tidak terhubung dengan internet. Semua akan kita koneksikan dengan jaringan internet melalui satelit,” ujar Menkominfo.

Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Bambang Noegroho mengatakan bahwa pembangunan akses internet di Indonesia sampai dengan penghujung 2018 mencapai 4.111 lokasi. Khusus untuk Propinsi Maluku Utara mencapai sebanyak 229 titik lokasi.

“Pemerataan akses internet dilakukan demi mewujudkan target Nawacita pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, ” tutur Nugie sapaan Direktur Infrastruktur BAKTI.

 Menkominfo

Baca Juga: Ini Cara Mengatur Tanggal Merah di Kalender Ponsel

Adapun pemanfaatan layanan akses internet tersebut, berada di sekolah, layanan kesehatan atau puskesmas, kantor pemerintahan, bandar udara, karantina pertanian, BLK, taman kota, terminal pelabuhan, monumen, pulau-pulau tujuan wisata hingga di media center.

Akses internet yang disediakan BAKTI merupakan wujud sinergi antar Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah. Sinergi dimaksud merupakan hal penting, mengingat akses internet membutuhkan lokasi penempatan, daya listrik, serta pengawasan dari instansi pengusul.

Kepala BLK Ternate Marjono Istiyanto menyampaikan adanya bantuan akses internet yang diberikan BAKTI sejak tahun 2016, sangat bermanfaat bagi para siswa didiknya yang berjumlah 1.600 siswa sepanjang 2018, dan diprediksikan jumlah tersebut akan meningkat di tahun 2019 dengan jumlah mencapai 3.000 siswa.

“Dengan peningkatan tersebut, kami berharap kecepatan akses internet di BLK Ternate dapat ditingkatkan lagi. Karena kecepatan yang ada sekarang, masih kurang apalagi di BLK kami terdapat jurusan informasi teknologi (IT) dan beberapa jurusan yang membutuhkan modul-modul elektronik,” jelas Marjono.

Sehingga, kecepatan akses internet dibutuhkan agar mempermudah proses belajar mengajar. Sementara itu, tambah Marjono, adanya akses internet di BLK Ternate, para siswa semakin lebih memilih untuk tinggal di komplek BLK dibandingkan keluar komplek. Hal ini didorong adanya akses internet yang tersedia di BLK tersebut. “Kami sangat berterima kasih kepada BAKTI yang mempermudah aktifitas belajar kami, sehingga waktu belajar lebih efisien.” tutupnya.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini