Sepinya Penjualan iPhone Tanda Akhir Kejayaan Smartphone?

Agregasi Minggu 06 Januari 2019 10:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 04 57 2000061 sepinya-penjualan-iphone-tanda-akhir-kejayaan-smartphone-hJBOICNXv9.jpg (Foto: Reuters)

NEW YORK - Di balik kabar mengejutkan tentang lesunya penjualan iPhone, ada kenyataan yang menyadarkan konsumen bahwa industri teknologi telah mencapai tingkat kejayaan ponsel pintar.

Ponsel pintar sudah mencapai titik jenuh di mana semua orang yang mampu, sudah memilikinya dan tidak ada terobosan yang cukup untuk memaksa mereka membeli ponsel pintar baru sesering dahulu.

Beberapa manufaktur telah meningkatkan harga jual produknya untuk menjaga tingkat laba yang diinginkan, namun kerugian yang diderita Apple mengungkapkan batas dari strategi itu.

Perusahaan itu menyatakan tingkat permintaan iPhone melemah dan tingkat pendapatan untuk kuartal terakhir 2018 akan mengalami kemerosotan jauh di bawah tingkat yang diproyeksikan, sebuah penurunan yang pada umumnya terlihat di China.

Harga saham Apple mengalami penurunan 10 persen pada Kamis (3/1) sebagaimana diberitakan, kerugian terbesarnya sejak 2013. Perusahaan itu kehilangan nilai pasarnya sebesar USD74,6 miliar, di antara menurunnya harga saham di antara perusahaan-perusahaan teknologi secara umum, yang menderita kerugian terburuknya dalam periode tujuh tahun terakhir.

 

Baca juga: WhatsApp Bakal Disisipi Iklan di 2019

Kabar tentang Apple ini adalah sebuah “peringatan untuk industri serupa,” ujar Dan Ives, seorang analis di perusahaan riset Wedbush Securities.

Apple bukanlah satu-satunya yang mengalami kondisi ini. Tingkat permintaan mengalami kelesuan di seluruh industri serupa, ujar Ives. Samsung, produsen telepon pintar yang lama menjadi menjadi penguasa pasar, bahkan menderita kerugian yang lebih parah, tingkat pengapalan telepon pintarnya mengalami penurunan sebesar 8 persen dalam periode 12 bulan terakhir yang berakhir pada September.

“Industri telepon pintar tengah mengalami hambatan pertumbuhan yang signifikan,” ujar Ives.

“Para produsen telefon dahulu semacam anak remaja, dan industri ini mengalami kemajuan pesat. Sekarang mereka lebih mirip lansia yang telah mengalami kematangan,” katanya.

 

Baca juga: iPhone Lesu Peminat, Apple Turunkan Target Penjualan di Q1 2019

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini