Mengapa Powerbank Kapasitas Besar Tak Boleh Dibawa dalam Pesawat Terbang?

Cut Annisa Embun Sari, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 06:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 07 207 2001123 mengapa-powerbank-kapasitas-besar-tak-boleh-dibawa-dalam-pesawat-terbang-HqJvIQdcEo.jpg (Foto: Techadvisor)

JAKARTA - Insiden powerbank meledak di pesawat terbang beberapa kali terjadi. Hal ini seperti yang dialami pesawat Royal Brunei (RB) Airlines baru-baru ini.

Powerbank yang dibawa salah satu penumpang meledak dan terbakar saat berada di dalam kabin pesawat rute Hong Kong ke Bandar Seri Begawan. Insiden ini pertama kali diunggah Francis Ngu Hown Hua di jejaring sosial Facebook, Kamis (7/1/2019).

Melansir Tech Advisor, powerbank boleh saja dibawa ke dalam bagasi pesawat. Akan tetapi, setiap maskapai memiliki peraturan sendiri terkait kapasitas powerbank. Biasanya hanya memperbolehkan maksimal dua powerbank dan masing-masing tidak lebih dari 100Wh atau 27.000 mAh.

 

Baca juga: Ini Cara Mengaktifkan Mode Gelap di WhatsApp

Sedangkan untuk powerbank berkapasitas di atas 160Wh atau 43.000 mAh pemilik harus mendapatkan persetujuan maskapai terlebih dahulu. Itu dikarenakan powerbank mengandung baterai Lithium-ion. Jika berukuran besar maka dapat menyebabkan powerbank meledak atau terbakar.

Untuk itu, Anda harus memperhatikan kapasitas powerbank agar dapat dibawa ke pesawat. Anda dapat menghitung kapasitasnya dengan cara mengalikan tegangan nominal (3,7V) dan membaginya dengan 1000. Jika kapasitas di bawah 27.000 mAh maka powerbank tersebut dapat Anda bawa di kabin pesawat.

 

Baca juga: Google Kembangkan Ponsel Bebas Sentuh, Seperti Apa?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini