Laporan Konten Negatif Paling Banyak Berasal dari Twitter

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 18:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 08 207 2001594 laporan-konten-negatif-paling-banyak-berasal-dari-twitter-5qmuZwtBa9.jpg Ilustrasi Twitter (Foto:Complex)

JAKARTA- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendapatkan sekira 531.304 pelaporan konten negatif di Twitter. Data tersebut sampai pada bulan Desember 2018 oleh dari Subdirektorat Pengendalian Konten Internet Direktorat Pengendalian Ditjen Apliikasi Informatika Kementerian Kominfo.

Lengkapnya aduan, dilaporkan warganet melalui saluran pengaduan konten @aduankonten, aduankonten.id dan nomor WA 08119224545. “Sementara Facebook dan Instagram dilaporan sebanyak 11.740 kali karena dinilai warganet mengandung konten negatif. Adapun Youtube dan Google dilaporkan sebanyak 3.287 kali. Sementara situs file sharing dilaporkan sebanyak 532 kali,” kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo, Ferdinandus Setu, dalam keterangan resmi, Selasa (8/1/2019). 

Dia melanjutkan, adapun aplikasi layanan pesan instan, terbanyak dilaporkan melalui kanal aduankonten adalah telegram sebanyak 614 laporan. Sementara LINE dan BBM masing-masing 19 dan 10 kali. “Total keseluruhan laporan warganet mengenai konten negatif di media sosial sampai dengan tahun 2018 sebanyak 547.506 laporan,” imbuh Nando.

Twitter

Baca Juga: TV 8K Pertama Sony dengan Layar 98 Inci di CES 2019

Untuk informasi, sesuai dengan Undang-Undang No 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, terdapat 12 kelompok konten yang dikategorikan sebagai konten negatif. Kategori konten negatif itu antara lain: pornografi/pornografi anak, perjudian, pemerasan, penipuan, kekerasan/kekerasan anak, fitnah/pencemaran nama baik, pelanggaran kekayaan intelektual, produk dengan aturan khusus, provokasi sara, berita bohong, terorisme/radikalisme, serta informasi/dokumen elektronik melanggar undang-undang lainnya.

Sampai dengan akhir tahun 2018, penanganan konten negatif total sebanyak 984.441 konten. Angka itu termasuk yang dilaporkan dalam bentuk website. Berdasarkan kategori konten tiga terbanyak konten yang paling banyak ditangani adalah pornografi, perjudian dan penipuan. Konten pornografi sebanyak 898.108, sementara perjudian sebanyak 78.698 dan konten yang penipuan 5.889.

Untuk itu, Kominfo mengimbau warganet untuk melaporkan konten internet dan media soaial yang diduga mengandung konten negatif melalui saluran pengaduan konten twitter @aduankonten, aduankonten.id dan nomor WA 08119224545.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini