Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Apple Miliki Rencana Besar untuk Layanan Kesehatan di 2019

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 17:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 09 207 2002044 apple-miliki-rencana-besar-untuk-layanan-kesehatan-di-2019-yeine6NXAo.jpg (Foto: Brendan McDermid/Reuters)

JAKARTA - Apple dikabarkan akan meluncurkan banyak layanan kesehatan di 2019. Hal itu diungkapkan langsung oleh Bos Apple, Tim Cook dalam wawancara dengan CNBC.

Dilansir dari Engadget, Rabu (9/1/2019), sayangnya Cook tidak banyak merinci tentang layanan yang akan datang itu. "Apple mengerjakannya selama beberapa tahun," kata Cook.

Cook kembali menekankan jika ini merupakan komitmen pendalaman Apple terhadap produk kesehatan dan kesejahteraan.

Dia mengatakan bahwa di masa depan, jika ada yang bertanya apa kontribusi terbesar Apple terhadap umat manusia, kesehatan akan menjadi jawabannya.

"Kami mendemokratiskan layanan kesehatan. Kami mengambil apa yang telah ada dengan institusi dan memberdayakan individu untuk mengelola kesehatan mereka," tambahnya.

 

Dalam meningkatkan upaya kesehatan dan kesejahteraannya dalam beberapa tahun terakhir, selain merilis ResearchKit dan CareKit, AppleKit juga merancang Apple Watch Series 4 dengan elektrokardiogram bawaan.

Sehingga, ini memberikan kekuatan untuk berpotensi membantu menyelamatkan nyawa dengan mendeteksi masalah jantung seperti detak jantung tidak teratur.

Selain berbicara tentang ambisi Apple terkait kesehatan, Cook juga menyindir Qualcomm dalam wawancara. Dia mengatakan pembuat chip itu mengenakan harga selangit untuk patennya alih-alih menawarkan portofolionya.

Untuk diingat, kedua raksasa teknologi itu telah saling adu di pengadilan. Pasalnya Qualcomm telah menuduh Apple melanggar hak patennya.

Baca juga: Pemilik Akun Medsos Meninggal Dunia, Ini Kebijakan Facebook Cs

Baru-baru ini, Qualcomm membayar USD 1,5 miliar untuk obligasi keamanan untuk memastikan Apple tidak dapat menjual iPhone generasi lama di Jerman.

Cook juga menyebut Qualcomm yang dikritik karena taktik pemasarannya. Menurut laporan tahun lalu, pembuat chip itu menyewa perusahaan PR Definers yang kontroversial untuk menyebarkan berita buruk tentang Apple.

"Seseorang yang membayar untuk menulis berita palsu dan kemudian mempromosikannya. Ini adalah hal yang seharusnya berada di bawah perusahaan," kata Cook.

 

Baca juga: Mark Zuckerberg Dukung 'Debat Publik' Tentang Teknologi Masa Depan

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini