Gerhana Bulan 20 Januari Pengaruhi Pasang Air Laut di Indonesia

Cut Annisa Embun Sari, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 17:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 09 56 2002125 gerhana-bulan-20-januari-pengaruhi-pasang-air-laut-di-indonesia-72nKce6Heg.jpg (Foto: NBC News)

JAKARTA - Langit Bumi akan disapa fenomena gerhana “bulan darah” atau Super Blood Wolf Moon yang diperkirakan terjadi pada bulan ini. Selain Amerika Selatan dan Amerika Utara, gerhana ini akan tampak di Eropa, Afrika dan sebagian Asia.

Sayangnya gerhana ini tidak dapat dilihat dari langit Indonesia. “Gerhana bulan super blood wolf moon tidak bisa dilihat di Indonesia karena terjadi siang hari waktu Indonesia,” ujar Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Gerhana “bulan darah” ini kabarnya terjadi pada Minggu (20/1/2019) sampai Senin (21/1/2019) waktu Amerika Serikat. Karena perbedaan waktu, penampakan bulan di Indonesia pada Minggu hanyalah purnama.

 

Baca juga: Ini Wilayah yang Bisa Saksikan Gerhana 'Bulan Darah' 21 Januari

“Di Indonesia hanya tampak purnama saja. Purnama yang lebih besar dari rata-rata,” ujar Thomas saat dihubungi Okezone (8/1/2019). Semakin besar purnama yang terlihat artinya jarak bulan lebih dekat dengan Bumi. Itu menyebabkan pasang air laut akan lebih tinggi dari biasanya.

Meskipun begitu, Thomas mengatakan kejadian ini rutin terjadi. “Tidak ada berbahaya, kecuali ada kombinasi dengan gelombang tinggi baru berpotensi menyebabkan banjir rob yang melimpas ke darat lebih jauh,” tutup Thomas.

 

Baca juga: Pemilik Akun Medsos Meninggal Dunia, Ini Kebijakan Facebook Cs

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini