Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

YouTube Bakal Hentikan Share Otomatis ke Google+ dan Twitter

Agregasi Solopos, Jurnalis · Minggu 13 Januari 2019 19:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 13 207 2003834 youtube-bakal-hentikan-share-otomatis-ke-google-dan-twitter-Q0kyHOCcRn.jpg Ilustrasi YouTube (Foto: XDA Developers)

SOLO– YouTube menghentikan layanan share otomatis ke Google+ dan Twitter. Jadi, nantinya pengguna maupun pembuat konten YouTube tidak akan bisa membagikan video ke platform media sosial tersebut. Penghentian layanan ini diberlakukan mulai 31 Januari 2019.

"Kami mengumumkan pembaruan layanan yang akan memengaruhi Anda. Setelah 31 Januari 2019, Anda tidak akan bisa membagikan video Youtube secara otomatis ke Twitter maupun Google +," jelas pihak YouTube melalui keterangan resmi seperti dilansir dari laman Value Walk, Minggu (13/1/2019).

Menurut Youtube, berbagi konten dengan menyertakan pesan khusus merupakan hal yang lebih baik. Itulah alasan Youtube menghentikan layanan share otomatis ke Twitter dan Google+. Meski demikian, pengguna Youtube bisa berbagi video yang diunggah dengan mengeklik share ke media sosial tujuan.

Google Plus

Baca Juga: Rumor Apple Bakal Produksi Charger AirPower

Belakangan ini, Youtube banyak melakukan pembaruan pada platform-nya. Beberapa waktu lalu, pihak Youtube menghapus jutaan video dan komentar tak senonoh di paltform tersebut. Youtube mengumumkan telah menghapus sekitar 58 juta video dan 224 juta komentar yang masuk dalam kategori spam. Penghapusan konten dan komentar itu dilakukan karena melanggar kebijakan perusahaan. Hal ini sebagai upaya memenuhi permintaan pemerintah sejumlah negara.

Dari Juli-September 2018 sekitar 1,67 juta saluran dengan 50,2 juta video dihapus dari Youtube karena melanggar kebijakan konten. Hampir 80 persen dari saluran yang dihapus itu berisi spam. Sekitar 12,6 persen video yang dihapus berkonten vulgar.

Puluhan juta video itu dihapus sebagai salah satu tanggapan Youtube tentang ancaman Uni Eropa. Beberapa waktu lalu, Uni Eropa menyebut bakal memberikan sanksi kepada perusahaan teknologi yang tidak menghapus konten ekstremis dari platform.

Twitter

Baca Juga: Instagram Izinkan Pengguna Upload Foto untuk Banyak Akun

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini