Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Google Resah Smartphone dengan Sidik Jari di Layar, Kenapa?

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 15:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 16 207 2005242 google-resah-smartphone-dengan-sidik-jari-di-layar-kenapa-JSzdj8vFok.jpg Ilustrasi Sidik Jari di Layar (Foto: Deccan Chronicle)

JAKARTA- Sidik jari di layar saat ini menjadi salah satu teknologi baru yang banyak diadopsi beberapa smartphone. Beberapa vendor yang mengusung itu di antaranya, Vivo, OnePlus, dan Oppo.

Dilansir dari laman Android Pit, Rabu (16/1/2019), sidik jari di layar mungkin telah menjadi salah satu inovasi yang lebih baik dari pendahulunya. Namun, baik sidik jari di layar maupun di bagian ponsel lain memiliki kesamaan yakni teknologi optik. Baru-baru ini, Google mengungkapkan keresahannya atas keamanan metode pembukaan kunci biometrik sidik jari di layar.

Baca Juga: Katak Langka Paling Kesepian Ini Akhirnya Temukan Pasangan

Pihak Google saat ini bahkan dilaporkan tengah menyelidiki masalah ini untuk memutuskan mengaktifkan penggunaan sensor ini dalam aplikasi yang memerlukan keamanan lebih, contohnya perbankan, pembayaran, dan lain-lain.

Jika Google menemukan sensor-sensor ini tidak aman, ini dapat memblokir TrustZone yang secara efektif mencegah penggunaan sistem otentikasi ini dan memaksa pengguna untuk menggunakan metode PIN lama.

Jika hipotesis ini terbukti benar, maka tampaknya smartphone dengan pembaca sidik jari optik yang terintegrasi dalam layar akan ditinggalkan. Pasalnya produsen harus kembali pada jenis teknologi lain seperti pemindai 3D untuk wajah dan ini tentu akan memperlambat penyebaran fitur futuristik.

Baca Juga: Kecanduan Medsos Serupa dengan Kecanduan Narkoba, Benarkah?

Namun, ada alternatif lain yakni pembaca sidik jari ultrasonik. Sensor-sensor ini lebih akurat dan tepat dan mewakili solusi yang lebih baik, tetapi mereka akan jauh lebih mahal. Produsen terbesar di pasaran saat ini adalah Qualcomm.

Tidak heran jika salah satu pelanggan terbesar untuk teknologi ini adalah Samsung, yang berniat menggunakannya di ponsel flagship barunya, Galaxy S10.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini