Intip Perkembangan Teknologi Virtual Reality di 2019

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 10:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 16 207 2005387 intip-perkembangan-teknologi-virtual-reality-di-2019-Q0TUju9Xx5.jpg Ilustrasi Virtual Reality (Foto: YouTube)

JAKARTA- Virtual Reality (VR) telah popular beberapa tahun belakangan ini. Bahkan produsen teknologi telah memperkenalkan perangkat baru dan beberapa peningkatan teknis. Kali ini Okezone akan membahas beberapa prediksi tentang VR di 2019, seperti dilansir dari laman Android Pit, Kamis (17/1/2019).

VR Samsung

Baca Juga: China Tumbuhkan Tanaman Pertama di Bulan

1. VR untuk Smartphone dan PC

Menggunakan smartphone dalam kombinasi dengan headset VR sepertinya merupakan solusi cerdas. Dengan ini pengguna tidak perlu PC gaming mahal atau setup yang rumit. Ada beberapa perangkat yang telah mendukung hal ini seperti Samsung Gear VR dan Google Daydream View.

Kedua perangkat menawarkan harga rendah dibandingkan dengan VR untuk PC, HTC Vive dan Oculus Rift. Namun, pengalaman yang mereka berikan tidak persis imersif. Mereka tampak seperti perangkat tanggung, gamer hardcore akan memilih PC yang lebih tinggi, sedangkan konsumen rata-rata perlu sesuatu untuk membuat mereka mendapatkan pengalaman lebih, yang tidak benar-benar ditawarkan oleh Gear VR atau DayDream View. . Tidak hanya itu mereka hanya bekerja dengan sejumlah kecil smartphone pilihan.

Inilah sebabnya mengapa tidak mengherankan bahwa perangkat terbaru untuk platform Google DayDream, Lenovo Mirage Solo, adalah perangkat mandiri dan tidak lagi diproduksi oleh Google. Pelopor lainnya, Samsung, juga sudah tak banyak membicarakan tentang Gear VR.

Perangkat itu bahkan tidak disebutkan di acara Note 9 pada Agustus tahun lalu. Pabrikan Korea sekarang memfokuskan perhatiannya pada realitas campuran sebagai gantinya, memperkenalkan Samsung HDM Odyssey Plus pada akhir 2018, yang menggunakan platform Windows realitas Campuran.

Pada CES 2019, HTC mengumumkan Vive Cosmos. Meskipun belum ada detail seacara resmi, headset akan menggunakan sistem pelacakan Vive baru, memiliki dukungan untuk kontrol gerakan, dan kebebasan enam derajat. Ini juga akan bekerja dengan PC dan smartphone.

2. VR Dikombinasikan dengan Pemindaian Otak

Diumumkan sebelum CES 2019, Pico G2 4K juga ditujukan untuk bisnis daripada konsumen individu. Misalnya, headset ini memiliki mode Kiosk, yang mengunci headset ke dalam satu aplikasi, tetapi yang lebih penting adalah bantalan wajah yang dapat diganti, yang menjadikan pembersihan lebih mudah. Tampaknya VR mungkin menggunakan Google Glass, yang hanya memiliki edisi perusahaan saat ini, tetapi masih terlalu dini untuk membuat prediksi yang meyakinkan.

 Virtual Reality

Baca Juga: Kecanduan Medsos Serupa dengan Kecanduan Narkoba, Benarkah?

3. Headset VR Semakin Berlimpah

Tampaknya akan ada beberapa perangkat VR baru yang akan hadir dalam waktu dekat. Seperti HTC yang tengah menggandakan pengembangan VR-nya.

Di CES 2019, pabrikan Taiwan itu mengungkapkan versi baru Vive Pro, Vive Pro Eye. Perangkat baru ini memiliki kemampuan pelacakan mata baru. HTCa tidak hanya akan meningkatkan visual, tetapi juga fokus.

Kesimpulan

Realitas virtual telah meningkat secara perlahan dan mantap. Namun, industri ini memang sedikit lambat dalam menangani masalah. Sehingga, beberapa produsen saat ini membuat langkah dengan beberapa perbaikan perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi mungkin masih terlambat untuk beberapa. Inilah sebabnya mengapa 2019 akan menjadi tahun penentu bagi industri tersebut. 

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini