Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Notula Rapat, Teknologi yang Dipakai Transkrip Debat Capres dan Cawapres

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 16:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 18 207 2006323 notula-rapat-teknologi-yang-dipakai-transkrip-debat-capres-dan-cawapres-qGp3WTNq7G.jpg Ilustrasi Voice Recorder (Foto: Wirecutter)

JAKARTA- Debat Capres dan Cawapres putaran pertama telah digelar pada 17 Januari 2019 di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan. Debat yang membahas masalah HAM dan Agama ini dapat disaksikan di berbagai stasiun TV dan layanan streaming.

Menariknya, hasil debat tersebut dapat dilihat di website resmi BahasaKita. Tak hanya transkip dari suara namun layanan tersebut juga menyajikan data analitik terkait porsi ucapan yang menjelaskan jumlah kata-kata yang diucapkan masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden.

Adapun total kata yang mereka ucapkan sekira 5.744 dengan porsi Joko Widodo 39%, Ma'ruf Amin 5,2%, Prabowo Subianto 40,6%, dan Sandiaga Uno 14,8%. Kemudian ada juga kata unik dan kata berulang yang banyak diucapkan. Memang cukup menarik, sehingga Okezone mencoba menelusuri layanan tersebut.

Menurut Chief Data Scientist PT Bahasa Kita, Oni Bintoro mesin yang digunakan untuk mentranskrip debat Capres dan Cawapres adalah Notula Rapat.

Voice Recorder

Baca Juga: Xiaomi Luncurkan 'Survival Game' Saingi PUBG Mobile

“Kami ini sebenernya tukang transkripsi, jadi kami menjual alat yang buatan kita sendiri namanya Notula Rapat yang juga sudah dipakai di pemerintahan. Jadi, lengkapnya kita ini star-up company yang baru berdiri tahun 2015,” kata pria yang akrab disapa Oni kepada Okezone, Jumat (18/1/2019).

Dia melanjutkan jika project pertama yang ditangani BahasaKita adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Terutama jika dia (KPK) sedang menginterogasi. Nantinya kalimat yang diucapkan itu terekam dengan baik dan tidak perlu diketik sudah menjadi tulisan,” imbuh dia.

Menariknya, Oni mengatakan jika rencana untuk mentranskrip debat Capres dan Cawapres hanya beberapa hari yang lalu.

“Kami mendapatkan sumber voice (suara) dari TVRI, kemudian suaranya kami hubungkan ke laptop yang ada mesin Notula, kemudian mesin melakukan transkip,” kata Oni.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini