Teknologi AIRS untuk Deteksi Kanker Perut hingga Kanker Rahim

Cut Annisa Embun Sari, Jurnalis · Selasa 22 Januari 2019 06:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 21 56 2007490 teknologi-airs-untuk-deteksi-kanker-perut-hingga-kanker-rahim-JHamFVRpUv.jpg (Foto: Cancer Today)

JAKARTA - Perusahaan penyedap rasa asal Jepang, Ajinomoto telah mengembangkan teknologi pendeteksi kanker bernama Amino Index Risk Screening atau AIRS. Teknologi tersebut dikabarkan memanfaatkan teknologi asam amino.

Melalui keterangan resmi kepada Okezone, berdasarkan penelitian Ajinomoto terhadap asam amino, keseimbangan konsentrasi asam amino dalam darah berubah dapat menunjukkan tingkat kesehatan seseorang. Hal ini kemudian mengarah ke pengembangan teknologi pemeriksaan kanker praktis, yang dapat meningkatkan kemungkinan pendeteksian bila digabungkan dengan tes pemeriksaan lainnya.

Teknologi AIRS dinilai mampu mendeteksi kanker perut, kanker paru-paru, kanker usus besar, kanker pankreas, dan kanker prostat pada pria. Sedangkan pada perempuan, alat ini akan memeriksa kanker perut, kanker paru-paru, kanker usus besar, kanker pankreas, kanker payudara, dan kanker rahim atau ovarium.

Nantinya, dokter akan mengambil darah pasien sebanyak 5 ml setiap pemeriksaan. Darah itulah yang lalu diperiksa menggunakan teknologi asam amino.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin telah menjadi tren di masyarakat, termasuk di negara Jepang. Kondisi inilah yang dinilai Ajinomoto membuat usia masyarakat Jepang lebih panjang.

 

Baca juga: Fitur Baru Google Maps Tampilkan Batasan Kecepatan Laju Kendaraan

Setiap tahunnya, Jepang hanya menghabiskan 10% dari GDP negara dibandingkan dengan Amerika Serikat yang menghabiskan 17%. Semakin rendah GDP negara terkait kesehatan, maka semakin sehat masyarakat dalam negara tersebut.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Daeng M Faqih mengatakan, pemeriksaan kesehatan memang harus ditingkatkan di tengah masyarakat, khususnya Indonesia.

“Kita harus mendorong masyarakat untuk melek terhadap pemeriksaan kesehatan. Jangan sampai baru terasa sakit, barulah mendatangi dokter. Sebaik-baiknya adalah pencegahan dari pada penanggulangan,” ujarnya.

Melalui pemeriksaan kesehatan yang rutin dilakukan, masyarakat akan bisa mengantisipasi dan mendeteksi penyakit-penyakit berbahaya, seperti kanker.

 

Baca juga: Ingin Jadi Astronot, Bocah 10 Tahun Punya Teleskop Seharga Rp42,7 Juta

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini