Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA Juno Tangkap Foto Badai Besar di Jupiter

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 06:05 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 22 56 2007824 nasa-juno-tangkap-foto-badai-besar-di-jupiter-gzW7ZdDoHq.jpg Great Red Spot di Jupiter (Foto: Bussines Insider)

JAKARTA- Badai besar di Bumi mampu memporak-porandakan bangunan. Namun ada yang lebih parah dari ini yakni badai besar di Jupiter. Planet ini terkenal karena pusaran-pusarannya yang luar biasa selama berabad-abad lalu.

Dilansir dari laman BGR, Rabu (23/1/2019), pesawat luar angkasa NASA, Juno berhasil menangkap foto badai Jupiter terbesar. Gambar ini menampilkan Great Red Spot Jupiter yang ikonik serta badai kecil bernama Oval BA, yang telah melalui serangkaian perubahan dramatis selama beberapa dekade terakhir.

"Perspektif baru ini menangkap Great Red Spot Jupiter yang terkenal, serta badai besar yang disebut Oval BA. Badai mencapai ukuran saat ini ketika tiga tempat yang lebih kecil bertabrakan dan bergabung pada tahun 2000. Great Red Spot yang sekitar dua kali lebih lebar dari Oval BA, mungkin terbentuk dari proses yang sama berabad-abad yang lalu,” kata pihak NASA dalam keterangan resminya.

Bahkan setelah trio badai kecil bergabung menjadi Oval BA, penampilannya mulai berevolusi. Seperti dicatat NASA, badai itu dulunya memiliki cincin oranye tebal di dekat tepinya yang sejak itu bergeser menjadi putih kekuningan pucat.

Jupiter

Baca Juga: LG, Xiaomi dan Huawei Pamer Ponsel Terbaru di MWC 2019

Foto itu diambil pada 21 Desember 2018, dan Juno berada antara 23.800 mil dan 34.500 mil dari puncak awan planet ketika menangkap gambar. Foto ini disempurnakan dengan warna untuk menghadirkan lebih banyak detail daripada yang terlihat pada gambar aslinya.

Para ilmuwan yang menggunakan instrumen Juno yang telah belajar banyak tentang Jupiter dan badai kolosalnya dalam beberapa tahun terakhir. Dengan menggunakan data Juno, para peneliti menentukan bahwa badai seperti Great Red Spot meregang jauh lebih dalam ke planet ini daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sebuah penelitian pada 2017 mengungkapkan bahwa Great Red Spot meluas hingga 200 mil ke atmosfer, tetapi juga menyusut dengan cepat.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini