Tingkatkan Keamanan, Google Chrome Tangkal Unduhan Berbahaya

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 27 Januari 2019 17:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 27 207 2009997 tingkatkan-keamanan-google-chrome-tangkal-unduhan-berbahaya-PxZb1yim7e.jpg Ilustrasi Google Chrome (Foto: Daily Express

JAKARTA- Google berencana untuk menambahkan perlindungan drive-by donwload di Chrome. Fitur ini sudah aktif di edisi Chrome Canary saat ini dan dijadwalkan mendarat di versi Chrome 73 pada bulan Maret atau April.

Dilansir dari laman ZDNet, Minggu (27/1/2019) fitur drive-by download ini merupakan istilah yang digunakan dalam industri keamanan informasi (infosec) untuk menggambarkan unduhan yang terjadi tanpa sepengetahuan pengguna.

Meskipun, semua drive-by download dianggap berbahaya, karena beberapa URL dimaksudkan untuk memicu unduhan file saat diakses. Namun, ketika unduhan dipicu pada halaman web dari elemen iframe yang disembunyikan dalam kodenya, jadi hampir sebagian besar berbahaya. 

Ini biasanya terjadi ketika elemen iframe yang menampilkan iklan berisi kode berbahaya yang memicu drive-by download, atau ketika pengguna mengakses situs yang diretas tempat peretas meninggalkan iframe tersembunyi untuk menginfeksi pengguna yang berkunjung.

 Google

Baca Juga: Facebook Berencana Gabungkan WhatsApp, Instagram dan Messenger?

"Kami berencana untuk mencegah unduhan di iframe kotak pasir yang tidak memiliki gerakan pengguna, dan pembatasan ini dapat dicabut melalui kata kunci 'boleh-unduh-tanpa-aktivasi-pengguna', jika ada dalam daftar atribut kotak pasir," kata Google.

Google bermaksud menambahkan perlindungan drive-by download ke semua versi Chrome, kecuali yang dikirimkan untuk iOS, yang tidak didasarkan pada mesin Chromium, tetapi pada WebKit (mesin Safari), di mana jenis perlindungan ini belum didukung .

Oleh karena ini adalah fitur keamanan yang cukup berguna, browser lain yang berbasis Chromium seperti Opera, Vivaldi, Brave, dan segera Microsoft Edge juga diharapkan mengadopsi fitur ini.

Dalam jangka panjang, fitur ini diharapkan dapat menggagalkan beberapa kampanye malvertising, kelompok kriminal yang menyembunyikan kode jahat di dalam iklan untuk menjatuhkan file yang disamarkan dengan malware di komputer pengguna.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini