Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ternyata Otak Manusia Bisa Tertidur saat Keadaan Normal

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 08:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 27 56 2010022 ternyata-otak-manusia-bisa-tertidur-saat-keadaan-normal-fQUOilBYFN.jpg Ilustrasi (Foto: Science Daily)

JAKARTA- Setelah bangun tidur mungkin Anda pernah merasa setengah sadar. Bahkan, Anda menemukan diri Anda melakukan kesalahan yang tidak biasa. Pada waktu tersebut, ilmuwan meyakini bahwa bagian otak Anda benar-benar tertidur, ketika seseorang terjaga.

Dilansir dari laman The Age, Minggu (27/1/2019) tidur kecil ini berlangsung beberapa detik dan memengaruhi area kecil otak. Ini yang membuat beberapa dari Anda mungkin membuat kesalahan.

"Jika Anda berulang kali melakukan tugas, atau melakukannya untuk waktu yang lama mengemudi selama berjam-jam neuron Anda menjadi lelah. Dan mereka tampak tertidur. Mereka menjadi jenuh, dan mereka harus berhenti dan dalam keadaan seperti tidur ini. Dan kita tahu ketika mereka berhenti, ada lebih banyak kesalahan kinerja,” kata ilmuwan Dr Angela D'Rozario.

Untuk diketahui, Anjing laut dan lumba-lumba dapat tidur dengan setengah otaknya sementara setengah lainnya tetap waspada. Sapi terus mengunyah rumput sambil tidur. Beberapa burung mengambil ratusan tidur siang pendek setiap hari.

Ilustrasi

Baca Juga: iPad Pro Tak Dilengkapi Fitur Face ID?

Kemudian, pada tahun 2011 dan 2013 para ilmuwan menerbitkan dua set temuan yang mengejutkan: pada hewan yang kurang tidur, dan kemudian pada manusia, mereka menunjukkan bagian otak tampaknya tidur siang.

Tidur siang kecil ini sepertinya mengambil kantong kecil otak sebentar offline hanya untuk beberapa detik. Kemudian mereka menyalakan kembali, seperti mereka selalu ada di sana.

“Ini adalah wilayah kecil yang cukup spesifik yang akan offline. Kami masih tidak tahu mengapa itu terjadi. Tetapi mereka tampaknya terkait dengan kelelahan otak. Dalam studi orang yang menggunakan simulator mengemudi selama 12 jam atau lebih, tidur lokal ini tampaknya terjadi di daerah otak yang paling banyak digunakan,” kata Agela.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini