Investor Kucurkan Dana Triliunan, Startup Indonesia Dikuasai Asing

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 28 207 2010284 investor-kucurkan-dana-triliunan-startup-indonesia-dikuasai-asing-56KO5rWpI8.jpg (Foto: India Today)

Kucuran dana terbaru yang diterima Tokopedia berasal dari Alibaba Group (China) dan Softbank Vision Fund (Inggris) senilai USD1,1 miliar melalui penjualan saham seri G pada 21 November 2018. Unicorn lokal lain, Traveloka, juga berkembang dengan kucuran dana dari investor AS, China, Jepang, dan India. Tak tercatat satu pun investor lokal di perusahaan agregasi jasa perjalanan online ini.

Beda dengan itu, mayoritas saham Bukalapak masih dikuasai PT Emtek yang masuk ke e-commerce besutan Achmad Zaky dan Nugroho Heru cahyono ini sejak 2014. Emtek, melalui anak perusahaannya, PT Kreatif Media Karya (KMK) memiliki 49,15% saham Bukalapak dari beberapa putaran investasi yang nilainya ditaksir hampir mencapai Rp500 miliar.

Namun, Emtek hanya satu dari dua investor lokal Bukalapak. Satu investor lokal lainnya adalah Batavia Incubator, perusahaan join Corfina Group dengan mitranya, Rebright Partners, spesialis inkubator dari Negeri Matahari Terbit.

Dari lima investor asing Bukalapak, tiga perusahaan dari Jepang, satu dari AS, dan satu perusahaan Korea Selatan yang baru saja mengucurkan USD50 juta pada pekan lalu. Pengamat ekonomi dari Indef, Bhima Yudhistira, mengatakan, gencarnya investasi asing masuk ke perusahaan-perusahaan rintisan nasional dalam jangka panjang akan merugikan kedaulatan ekonomi Indonesia.

“Mayoritas barang yang dijual e-commerce merupakan barang impor dengan harga semisubsidi. Akhirnya, produk UMKM lokal tidak mungkin bisa bersaing dari sisi harga,” urainya.

 

Baca juga: Tinggalkan Industri 4.0, Jepang Sudah Jauh Melaju di Era 5.0

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini