Angka Kelahiran Menurun Gara-Gara Robot Seks di Jepang

Cut Annisa Embun Sari, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 08:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 29 56 2010973 angka-kelahiran-menurun-gara-gara-robot-seks-di-jepang-8YLSJ5G9Us.jpg Ilustrasi (Foto: DS Doll Robotics)

JAKARTA - Jepang dikenal sebagai negara penghasil teknologi canggih. Salah satu teknologi yang tampaknya cukup digemari ialah robot seks. Meski dapat 'membantu' para pria yang belum menikah, robot seks dianggap mengundang kontroversi.

Fakta kurangnya perempuan di Jepang membuat permintaan robot seks ini meningkat dan semakin digemari. Dilansir laman Mirror, Selasa (29/1/2019), menurut seorang pakar, kehadiran robot yang semakin digemari ini dikhawatirkan akan memperparah turunnya populasi di Jepang.

Kate Devlin, selaku Dokter dari King’s College London mengatakan, saat ini minat pria “jomblo” di Jepang sudah bergeser pada kekasih buatan atau robot seks. Itulah sebabnya, robot ini akan semakin menurunkan angka kelahiran.

“Kehadiran robot seks di negeri yang tingkat pria kesepiannya tinggi akan memperparah keadaan. Itu menyebabkan pria lebih tertarik membeli robot seks perempuan,” ujar Dokter Devlin.

 

Baca juga: Remaja 19 Tahun Pimpin Tim Pembuat Satelit 'Paling Ringan di Dunia'

Dilansir dari TNW, University of Helsinki menemukan mayoritas responden lebih memilih untuk membayar seorang robot seks dibanding pekerja seks asli.

Tak hanya itu, penjualan robot ini juga mengalami peningkatan yang fantastis. Perusahaan Dutch Wives misalnya, mereka telah menjual lebih dari 2 ribu robot seks di Jepang sepanjang 2017.

“Akan terlihat benar-benar hidup. Saat berhubungan dengan istri, bisa saja muncul sejumlah pertengkaran. Namun, dengan boneka dijamin tak ada masalah seperti itu,” kata Noburu Tanaka, Marketing Perusahaan Dutch Wives.

 

Baca juga: PUBG Mobile Hadirkan Modus Zombie Bulan Depan?

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini