Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satelit Multifungsi 'Satria' Milik Pemerintah Ditargetkan Beroperasi 2023

Antara, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 20:23 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 30 54 2011601 satelit-multifungsi-satria-milik-pemerintah-ditargetkan-beroperasi-2023-nLBqAGU335.jpg Ilustrasi (Foto: Pixabay/PIRO4D)

JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika mengupayakan satelit multifungsi yang akan selesai dibangun pada 2023 mendatang. Satelit multifungsi tersebut untuk meratakan internet cepat di Indonesia.

Seperti dikutip dari Antaranews.com, Direktur Utama BAKTI Anang Latif saat acara penandatanganan kerjasama penyediaan kapasitas satelit telekomunikasi mengumumkan proyek tersebut akan dinamakan Satria, kependekan dari Satelit Republik Indonesia.

Satria akan menjadi andalan bagi daerah-daerah yang sulit terjangkau jaringan kabel serat optik untuk terhubung ke internet cepat. Pemerintah akan membangun satelit dengan teknologi High Throughput untuk menghadirkan internet cepat.

Pertimbangan menggunakan satelit multifungsi ini didasari oleh faktor efisiensi biaya dan cakupan yang luas. Ini dinilai bisa menghemat biaya untuk menghadirkan internet cepat jika menggunakan satelit High Throughput.

BAKTI menyatakan dengan satelit konvensional, mereka menggelontorkan uang sewa sebesar Rp18 juta untuk setiap megabite per detik (Mbps). Sementara itu, dengan satelit Ku-band, angkanya turun menjadi Rp6 juta per Mbps.

Dengan satelit multifungsi berbiaya per Mbps, dapat menjadi lebih murah yaitu Rp1 juta per Mbps.

"Satelit ini menjawab persoalan konektivitas. Ke depannya kita bisa mendorong sektor konten dan aplikasi," kata Anang.

BAKTI menargetkan tahun ini dapat menandatangani kontrak dan menyelesaikan urusan administrasi agar Satria dapat dibangun mulai awal 2020.

 

Baca juga: Standar Baru Bluetooth 5.1 Diumumkan, Ini Keunggulannya

BAKTI memperkirakan satelit akan selesai dibangun dalam tiga tahun, 2023 satelit ini akan dapat beroperasi.

Pemerintah menargetkan dapat menjangkau 149.400 titik yang membutuhkan layanan internet cepat untuk mendukung kebutuhan dalam pendidikan, kesehatan, pemerintahan daerah serta pertahanan dan keamanan.

Pemerintah menyewa satelit milik perusahaan swasta yang berada di atas wilayah Indonesia sambil menanti Satria selesai agar masyarakat di daerah terdepan, tertinggal dan terluar dapat merasakan internet cepat.

Lima perusahaan terpilih untuk kerjasama penyediaan kapasitas satelit sebesar 21 Gbps setelah melalui proses lelang, yaitu PT Aplikasinusa Lintasarta, PT Indo Pratama Teleglobal, Konsorsium Iforte HTS, PT Pasifik Satelit Nusantara dan PT Telekomunikasi Indonesia.

 

Baca juga: 5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Anda Menjual Ponsel

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini