Ngeri, Cuaca Panas Bikin Ular Datangi Toilet di Australia

Cut Annisa Embun Sari, Jurnalis · Rabu 30 Januari 2019 17:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 30 56 2011479 ngeri-cuaca-panas-bikin-ular-datangi-toilet-di-australia-iuY2LzIBjy.jpg (Foto: NDTV)

JAKARTA - Cuaca panas membuat ular di Queensland, Australia Timur muncul dan mendatangi tempat-tempat yang tidak biasa untuk mencari air. Hewan tersebut biasanya berada di celah dinding, bawah lemari es, belakang pendingin ruangan sampai tempat dengan kelembapan tinggi seperti toilet.

Dilansir dari laman NDTV, Rabu (30/1/2019), peristiwa munculnya ular di toilet dialami oleh seorang wanita, Helen Richards dari Canberra digigit di bagian bokongnya oleh seekor ular piton.

Ular piton berjenis karpet tersebut melingkar di dalam toilet di sebuah rumah yang dikunjunginya di Brisbane. Untungnya, gigitan ular piton karpet yang ditemukannya kali ini tidak berbahaya dan korban yang digigit langsung diberi antiseptik cukup.

Tiga hari kemudian, Luke Huntley dari Snake Catcher Noosa menyelamatkan ular piton karpet dari kamar mandi di sebuah rumah di Noosa pada awal libur panjang Australia.

Penangkap ular tersebut mengatakan, satwa ular berusaha keras mencari air, dan untuk menghindari cuaca panas, apalagi saat ini kawasan tenggara Queensland terus dalam kondisi panas dan kering.

 

Baca juga: Xiaomi Ungkap Ponsel Murah Redmi Go, Ini Spesifikasinya

"Saat ini cuaca sangat kering, ular tidak hanya berusaha menghindari cuaca panas melainkan mereka juga mencari air," katanya. Menurutnya, ular dapat mati kelelahan karena panas dan anak sungai yang mengering.

Menurut Biro Meteorologi, iklim Australia telah menghangat lebih dari 33 derajat sejak 1910, yang menyebabkan gelombang panas yang lebih sering dan kondisi kekeringan yang parah. Delapan dari 10 tahun terpanas di Australia yang tercatat telah terjadi dalam 13 tahun terakhir.

Dengan cuaca yang lebih hangat datang lebih banyak penampakan ular. Musim ular dimulai pada September, awal musim semi di Australia. Ini berlangsung sepanjang musim panas, dari Desember hingga Februari.

“Australia memiliki sekitar 140 spesies ular darat. Saat memanas dan mendapat sedikit lebih banyak sinar matahari, ular keluar untuk berjemur dan mencari air. Ketika mereka cukup hangat, mereka mungkin tidak makan selama berbulan-bulan," kata seorang peneliti Timothy Jackson dari Australian Venom Research Unit University.

 

Baca juga: Asus Luncurkan Laptop Gaming dengan GeForce RTX 2080

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini