Kominfo Gandeng KPU dan Bawaslu Rilis Laporan Hoaks Terkait Pemilu 2019

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 17:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 31 207 2012028 kominfo-gandeng-kpu-dan-bawaslu-rilis-laporan-hoaks-terkait-pemilu-2019-ia5K3nLlSM.jpeg Penandatanganan MoA (Foto: Kominfo)

 JAKARTA- Menteri Kominfo Rudiantara mengungkapkan salah satu tanggung jawab Kominfo paling strategis di pemerintahan adalah menyampaikan informasi yang benar. Sayangnya, menjelang Pemilu 2019 penyebaran berita bohong atau hoaks semakin masif di dunia maya.

Oleh karena itu, Kementerian Kominfo bersama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan merilis laporan hoaks terkait Pemilu 2019.

“Kemenkominfo makin proaktif, sebab setiap hari mengeluarkan laporan hoaks berkaitan dengan Pemilu. Komunikasinya tidak hanya melalui laporan hoaks yang diterbitkan, tapi juga dari berbagai media," ujar Menteri Rudiantara dalam keterangan resmi, Kamis (31/1/2019).

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Menteri Kominfo bersama Ketua KPU Arif Budiman dan Ketua Bawaslu Abhan. Melalui kesepakatan itu, Menteri Rudiantara mengungkapkan, Kementerian Kominfo akan segera mengumumkan kabar yang telah terverifikasi kebenarannya ke masyarakat.

"Termasuk laporan konten hoaks yang diterima Kemenkominfo terkait menjelang Pemilihan Umum Tahun 2019. Tujuannya agar bisa menangkal konten hoaks dan meluruskan informasi Pemilu 2019," jelas Rudiantara.

MoA

Baca Juga: Paten Samsung Ungkap Kaos Pintar Bisa Deteksi Masalah Paru-Paru

Selain itu, Kominfo juga akan mengumumkan klarifikasi atas hoaks melalui grup-grup media digital masyarakat. Dengan begitu, Menteri Rudiantara berharap, setiap kelompok masyarakat dapat membantu memviralkan konter terhadap hoaks sehingga menimbulkan kepedulian bersama.

"Kemenkominfo mendukung Bawaslu serta KPU mensosialisasikan mengajak semua masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya tanggal 17 April 2019. Banyak hal yang harus kita lakukan, terutama dalam konteks sekarang (melawan) penyebaran hoaks," imbuhnya.

Untuk informasi, berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, rata-rata setiap tahunnya penyebaran hoaks di Tanah Air mencapai 800 ribu. Kementerian Kominfo pada tahun 2017 mendata telah memblokir sekitar 6.000 situs penyebar hoaks di media digital.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini