Pengguna Data Internet Butuh Transparansi, Tak Hanya Unlimited

Kamis 31 Januari 2019 13:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 31 54 2011823 pengguna-data-internet-butuh-transparansi-tak-hanya-unlimited-VOGBodq5yE.jpg (Foto: Livemint)

JAKARTA - Data tren penggunaan internet di Indonesia sepanjang 2017, yang dikeluarkan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan jika lebih dari seperempat (26,48 persen) warga di Tanah Air mampu menghabiskan waktu lebih dari 7 jam berkutat di dunia maya. Temuan ini membuktikan mayoritas dari 143,26 juta pengguna internet di Indonesia, tidak bisa melepaskan diri dari dunia maya.

Inilah mengapa kemudian banyak orang tertarik dengan iming-iming internet tanpa batas (Unlimited) yang dijajakan para penyedia layanan selular. Unlimited data internet merupakan kata ampuh yang bisa menjadi kunci menarik fakir kuota. Unlimited akses ke aplikasi favorit, sampai unlimited akses ke layanan streaming video. Namun jika tidak teliti, pengguna bisa terjebak membeli dan hanya mendapatkan kata unlimited itu ternyata hanya gimmick.

Menurut pengamat telekomunikasi dari Indotelko Forum, Doni Ismanto Darwin, penggunaan istilah Unlimited di era 4G saat ini dirasa tak mengedukasi. Di era sekarang yang dituntut pengguna adalah transparansi harga, kualitas layanan yang stabil, dan konten yang menarik. Sedangkan penerapan Fair Usage Policy, dianggap tidak adil.

"Selama ini penerapan FUP dirasakan tak adil oleh pengguna karena transparansi pemakaiaan tak ada. Pengguna hanya merasa, misal akses streaming berapa hari, nanti kecepatan dikurangi, tapi berapa sebenarnya data yang dia pakai kan tak pernah disajikan operator," kata Doni di Jakarta, Kamis, 31 Januari 2019.

Idealnya, kata Doni, operator seluler bermain di kualitas layanan. "Pelanggan rela bayar agak mahal dari sekarang asalkan sinyal stabil dan tanpa buffering kala akses data," katanya.

Seiring dengan berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat terhadap paket unlimited data internet semakin rendah karena banyak yang mulai sadar akan 'jebakan' yang ditawarkan. Banyaknya syarat dan kondisi yang harus dipenuhi untuk menikmati paket unlimited itu merupakan salah satu faktor penyebabnya. Yang saat ini masih aktif menawarkan paket unlimited adalah Indosat dan Smartfren.



Baca juga: Indosat Ooredoo Targetkan Kontribusi Pendapatan Bisnis B2B Capai 25%

Seperti namanya, Unlimited, semua orang pasti berharap akses yang diberikan 'tanpa batas'. Tak peduli seberapa banyak pengguna mengakses data di suatu periode tertentu, yang penting tak ada habisnya. Namun berbeda dengan Unlimited yang ditawarkan operator Indosat.

Indosat memang cukup getol menyematkan kata Unlimited dalam setiap penawaran paketnya. Misalnya Unlimited +5GB senilai Rp65 ribu atau Unlimited +7GB yang dibanderol Rp75 ribu. Untuk Unlimited +5GB itu berarti kuota internet utama yang bisa anda habiskan dalam kurun waktu tertentu, dibatasi hanya sampai 5GB. Bisa digunakan untuk browsing apa saja, kecuali aplikasi-aplikasi tertentu yang sudah digratiskan.

Aplikasi yang dimaksud adalah Youtube, WhatsApp, Line, BBM, Facebook, Messenger, Twitter, Grab, dan Go-Jek. Semua aplikasi yang disebutkan itu adalah aplikasi yang diklaim Indosat bisa diakses 'Unlimited'. Namun lagi-lagi sayang, Unlimited yang dimaksud bukanlah tanpa batas, melainkan dibatasi kuotanya. Hanya saja tidak diperlihatkan secara transparan berapa kuota yang boleh dihabiskan.

Dalam aplikasi MyIM3, selama garis ukur pada Unlimited Apps Fair Usage belum mencapai level Max (Maksimal), semua aplikasi di atas tidak akan memakan data di kuota utama, saat pengguna mengaksesnya. Namun jika sudah mencapai garis merah Max, maka data di kuota utama akan tersedot.

Tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat garis ukur itu menuju maksimal. Tonton saja 30 video Youtube berturut-turut selama sehari, pasti akan langsung meroket menuju Max.

Paket unlimited juga disediakan oleh Smartfren, yang diluncurkan pada pertengahan tahun lalu. Paket yang dihadirkan oleh operator 4G LTE ini bisa disebut The Real Unlimited karena bisa dipakai di semua aplikasi dan menganut transparansi, bisa internetan sesukanya dengan aplikasi apa saja di semua ponsel 4G apapun.

Kedua, waktu penggunaan paket pun tak dibatasi, alias bisa dipakai 24 jam. Ketiga, harganya hanya Rp65 ribu dan bisa dipakai sebulan penuh. Super 4G unlimited ditawarkan dalam bentuk kartu perdana dan voucher fisik serta dapat diperoleh di konter pulsa terdekat.


Baca juga: Munculnya Teknologi 5G Tak Membuat 4G LTE Punah

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini