Lebih dari 900 Ribu Kali Serangan Siber Terjadi dalam Sepekan

Agregasi Harian Jogja, Jurnalis · Sabtu 02 Februari 2019 06:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 207 2012405 lebih-dari-900-ribu-kali-serangan-siber-terjadi-dalam-sepekan-f66YNCC4mB.jpg Ilustrasi (Foto: The Standart)

JAKARTA- Serangan siber di Indonesia paling tinggi dibanding negara lain di dunia. Setidaknya mencapai 902.559 kali setiap minggunya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa korporasi di Indonesia masih belum serius membangun sistem keamanan siber.

Mengutip Kaspersky Cyberspace, McKinsey & Company, Jumat (1/2/2019) menyatakan dalam sepekan saja jumlah serangan siber ke Indonesia bisa mencapai 902.559 kali. Jumlah tersebut paling besar, melebihi frekuensi serangan ke Pakistan 883.356 serangan dan Korea Selatan 691.322.

Adapun, secara global total kerugian ekonomi pada 2017 yang diderita akibat serangan siber diestimasikan mencapai US$608 miliar. Associate Partner and Co-Leader, Southeast Asia Cybersecurity Practice, McKinsey & Company Aman Dhingra mengatakan ada beberapa hal yang menyebabkan rentannya pertahanan siber Tanah Air.

Pertama, perencanaan dalam menghadapi insiden serangan siber di Indonesia masih terbatas. Dhingra menjelaskan dalam pertahanan siber perencanaan adalah hal penting,

 Ilustrasi

Baca Juga: Apple Uji Coba iPhone Fitur 3 Kamera dan Port USB-C?

“Karena saat ini yang menjadi pertanyaan bukanlah bagaimana jika sebuah serangan terjadi, tetapi kapan serangan akan terjadi”, ujarnya.

Kedua, penegakan hukum serta pengimplementasian kebijakan terkait dengan keamanan siber di Tanah Air yang masih problematik. Ketiga, pemikiran bahwa keamanan siber adalah isu teknologi. Dhingra mengatakan sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini berpikir bahwa keamanan siber adalah isu teknologi.

Namun, Aman menilai kejahatan siber bukanlah isu teknologi, melainkan isu bisnis. "Jutaan dolar akan lenyap ketika serangan siber terjadi," ujarnya.

Keempat, kesadaran pekerja di Indonesia yang masih terbatas akan kejahatan siber. Dia mengatakan lebih dari 70% serangan siber terjadi karena human error. Hal tersebut bisa terjadi karena beberapa hal, seperti seseorang tanpa sengaja mengakses link yang salah atau menggunakan USB atau Wi-Fi yang terinfeksi virus.

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini