Facebook Bayar Millennial untuk Jadi Mata-Mata?

Cut Annisa Embun Sari, Jurnalis · Minggu 03 Februari 2019 12:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 01 207 2012560 facebook-bayar-millennial-untuk-jadi-mata-mata-amOXeArVzy.jpg (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

JAKARTA – Facebook kembali tersandung kasus privasi. Terkini, Facebook dikabarkan membayar pengguna untuk meng-install aplikasi yang dapat memata-matai semua jenis data dari ponsel mereka.

Dilansir dari laman Livemint, Facebook telah membayar sejumlah pengguna berusia 13 tahun hingga 35 tahun untuk meng-install aplikasi VPN bernama “Facebook Research”. Pengguna akan dibayar USD20 atau sekira Rp280 ribu per bulannya.

Setelah ditelusuri, aktivitas ini ternyata sudah dilakukan Facebook sejak 2016. Hal tersebut memungkinkan Facebook bisa melihat riwayat pencarian, informasi lokasi, pesan pribadi di media sosial dan data pengguna lainnya.

 

Baca juga: WhatsApp, Instagram, dan Facebook Bakal Gabung di 2020

Namun, Facebook mengklaim aplikasi ini tidak memata-matai pengguna. Tindakan tersebut merupakan bagian dari penelitian untuk mengidentifikasi hal tertentu demi membuat Facebook menjadi lebih baik.

"Ini bukan memata-matai pengguna, karena semua orang yang mendaftar untuk ikut serta telah memberi izin dan dibayar untuk berpartisipasi (dalam penelitian). Hasilnya, kurang dari lima persen orang yang memilih untuk berpartisipasi dalam riset pasar ini merupakan remaja. Semuanya telah menyertakan form persetujuan dari orang tua," kata Facebook dalam pernyataannya.

 

Baca juga: Facebook Hapus Ratusan Akun Terkait Sindikat Penyebar Hoaks

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini