Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

NASA Curiosity Deteksi Gunung Sharp Misterius di Mars

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Minggu 03 Februari 2019 06:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 01 56 2012470 nasa-curiosity-deteksi-gunung-sharp-misterius-di-mars-MM3X4mcQ7i.jpg NASA Curiousity (Foto: Discover Magazine)

JAKARTA- Sebuah tim peneliti berhasil menggunakan alat pendeteksi gerakan yang membantu Curiosity Rover NASA menavigasi dan menggunakannya untuk mengukur variasi dalam bidang gravitasi Mars. Dalam prosesnya, para ilmuwan menemukan bahwa batu-batu lebih berpori daripada yang diduga sebelumnya. Ini menawarkan petunjuk ke dalam formasi misterius Gunung Sharp, sebuah bukit aneh yang dijelajahi oleh penjelajah di pusat Kawah Gale.

"Studi ini sedikit yang pertama dari jenisnya. Itu adalah gravitasi pertama yang melintasi permukaan planet lain selain Bumi dan Bulan,” kata penulis studi Kevin Lewis dari Johns Hopkins University, seperti dilansir dari laman Discover Magazine, Jumat (1/2/2019).

Di Bumi, ahli geologi umumnya menggunakan instrumen tersebut untuk mempelajari batuan yang bersembunyi di bawah permukaan. Namun di Mars, para peneliti hanya bisa mendapatkan data gravitasi semacam ini dari mengorbit pesawat ruang angkasa, sehingga terlalu jauh untuk mendapatkan gambaran rinci.

NASA Curiousity

Baca Juga: Tampilan 3D Ponsel Lipat Huawei Beredar, Mirip Galaxy F?

Jadi para ilmuwan dan insinyur bekerja bersama untuk memberi Curiosity instrumen ilmiah baru, bahkan setelah lebih dari enam tahun di Planet Merah.

Seperti yang dijelaskan Lewis, gravitasi sebenarnya hanyalah akselerasi dan Curiosity dilengkapi dengan accelerometer yang digunakan untuk mengemudi dan mendapatkan orientasi kendaraan. Jadi, dengan menggunakan akselerometer rover, tim dapat mengukur berbagai gaya tarik gravitasi dari lapisan batuan bawah permukaan.

"Pengukuran gravitasi memberikan lensa pembesar ke dalam satu area tertentu dari permukaan bumi," kata Travis Gabriel, anggota tim dan mahasiswa pascasarjana di Arizona State University,

Dia menambahkan, "Inilah sebabnya mengapa pengukuran permukaan gravitasi adalah alat pokok di sabuk pengaman ahli geologi Bumi. Jadi, dengan mengirim Curiosity untuk mendaki Gunung Sharp, gunung setinggi 3 mil (5 km) di tengah Gale Mars Kawah, tim mampu mengungkap kepadatan batuan di daerah itu dan bagaimana Gunung Sharp terbentuk.”

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini