Nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peneliti Uji Coba Baju Selam Tahan Serangan Hiu

Agregasi VOA, Jurnalis · Senin 04 Februari 2019 10:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 02 56 2012994 peneliti-uji-coba-baju-selam-tahan-serangan-hiu-KBN2yY0xxz.jpg (Foto: AFP)

JAKARTA - Peneliti menguji bahan baru yang dirancang untuk mengurangi dampak gigitan hiu. Dilaporkan kantor berita AFP, proyek itu bertujuan mengurangi kematian akibat serangan hiu dan mengurangi kekhawatiran para penyelam.

Para peneliti dari Universitas Flinders di Adelaide menerima dana pemerintah untuk menguji bahan neoprene terhadap kekuatan gigitan dari beberapa spesies hiu, termasuk hiu putih raksasa. Neoprene adalah sejenis karet sintetik yang digunakan untuk membuat baju selam.

Bahan baru tersebut bertujuan untuk menghindari robekan dan tusukan dari serangan hiu dan membantu korban mengurangi insiden kehilangan darah. Universitas Flinders enggan mengungkap pemasok bahan neoprene baru tersebut.

“Kami menyadari bahan itu tidak akan mencegah semua cedera karena tidak bisa mencegah cedera patah tulang atau tulang yang hancur,” kata Profesor Charlie Huveneers kepada AFP.

“Namun, sebagian besar kematian akibat gigitan hiu adalah karena kehilangan darah. Dan kemampuan mengurangi kehilangan darah dengan respon gawat darurat yang cepat, diharapkan bisa mengurangi kematian dan cedera akibat gigitan hiu,” tuturnya.

Meski ada puluhan juta kunjungan ke pantai di Australia setiap tahun, serangan hiu sangat jarang terjadi. Setiap insiden memicu debat public mengenai keamanan pantai.

 

Baca juga: Suhu Dingin Bikin Mati Ponsel Pintar, Ini Penjelasannya

Ada 27 insiden serangan hiu di perairan Australia tahun lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Kebun Binatang Taronga di Sydney. Insiden tersebut termasuk satu insiden fatal di tujuan wisata popular, Kepulauan Whitsunday, dekat terumbu karang Great Barrier Reef.​

Meski risiko serangan hiu sangat kecil, banyak orang masih khawatir tentang hiu,” kata Huveneers menambahkan.

“Gigitan hiu bisa menimbulkan konsekuensi fisik, mental, sosial dan ekonomi yang parah. Karena itu penting untuk mengembangkan cara-cara baru mengurangi risiko gigitan hiu dan memastikan keberhasilan produk baru seperti itu,” jelasnya.

Neoprene baru akan diuji dengan bahan-bahan standar yang biasanya digunakan untuk para penyelam dan peselancar. Hasil uji coba akan dirilis tahun ini.

Kebun Binatan Taronga mencatat ada 18 serangan pada 2017 dan 26 pada 2016. Banyak pakar mengatakan peningkatan jumlah orang yang ke pantai sebagai penyebab meningkatnya serangan hiu.

 

Baca juga: Intel Siapkan Ponsel yang Dapat Dilipat, Ini Wujudnya

(ahl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini